Apakah Pinjol Masuk BI Checking? Risikonya Susah Ngajuin KPR!

 Apakah Pinjol Masuk BI Checking? Risikonya Susah Ngajuin KPR!

Ilustrasi.

APAKAH pinjaman online (Pinjol) masuk daftar BI Cheking? Padahal, ini dampaknya pasti akan menghambat pengajuan Kredit Pemilikan Rumah (KPR) dikemudian hari.

Seperti diketahui, tak sedikit orang tertarik dengan pinjol karena cara kerja pinjaman kredit online terkesan sangat mudah dan dana bisa cair dengan cepat.

Namun bunga pinjaman tinggi pinjol ilegal membuat banyak orang terjerat, terlilit utang, dan mengalami gagal bayar.

Jika pernah menjadi nasabah pinjol, perlukah was-was ketika ingin mengajukan pinjaman ke bank?

Selain itu, apakah riwayat pinjaman online juga masuk BI checking?

Bahkan, ketika mengajukan pinjaman untuk KPR ataupun cicilan kendaraan, riwayat kredit debitur akan menjadi bahan pertimbangan bank untuk memberikan pinjaman.

Riwayat kredit debitur ini akan muncul dalam BI Checking atau yang saat ini dikenal sebagai SLIK (Sistem Layanan Informasi Keuangan).

Layanan BI checking yang menyediakan informasi riwayat kredit seseorang, saling dipertukarkan antar-bank dan lembaga.

Seperti ketahui, pinjaman online ada yang legal dan ada yang ilegal.

Pinjaman online ilegal biasanya tidak terdaftar di lembaga keuangan.

Maka riwayat nasabah pinjol ilegal juga cenderung tidak tercantum di BI checking.

Meski hal ini terkesan ‘menguntungkan’ bagi mereka yang ingin mengajukan pinjaman ke bank, tapi risiko menjadi nasabah pinjol ilegal sangat besar.

Pinjol tanpa BI Checking ini umumnya menetapkan bunga yang sangat mencekik.

Tidak heran banyak yang menjulukinya dengan istilah rentenir online.

Nasabah yang kepepet cenderung tak berpikir panjang saat mengajukan pinjaman, sehingga banyak terjerat utang dengan nominal mencengangkan.

Bunga tinggi bukan satu-satunya ciri Pinjol ilegal, sebab ada juga pinjol ilegal yang menjanjikan bunga rendah.

Namun banyak embel-embel biaya tambahan di belakangnya seperti biaya administrasi, biaya layanan, dan biaya lainnya.

Ujung-ujungnya uang yang harus dikembalikan tetaplah tinggi.

Berbeda dengan pinjol legal yang terdaftar dan berada di bawah pengawasan Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Riwayat kredit nasabah pinjol legal dapat masuk ke dalam BI Checking bila pihak pihak aplikasi pinjol memasukkan nama nasabah ke dalam BI Checking.

Meskipun terdapat perbedaan signifikan antara pinjol legal dan ilegal tersebut.

Cara Memperbaiki Riwayat BI Checking Buruk

Selanjutnya, bagaimana jika terlanjur terjebak dan terlilit utang pinjol yang mengakibatkan riwayat BI Checking buruk.

Tentu kondisi tersebut akan menyebabkan pengajuan KPR ditolak oleh perbankan dikemudian hari.

Namun demikian, masih ada harapan untuk memperbaiki riwayat keuangan tersebut.

Untuk membersihkan riwayat kredit yang buruk, dapat mengikuti langkah-langkah berikut:

Periksa Laporan Kredit:

Dapatkan salinan laporan kredit dari lembaga kredit terkemuka.

Periksa dengan cermat informasi yang tercantum di laporan untuk memahami akar masalahnya.

Jika menemukan informasi yang tidak akurat, segera hubungi lembaga kredit untuk memperbaikinya.

Selain itu, mungkin perlu menyediakan bukti yang mendukung untuk mendukung klaim tersebut.

Lunasi Utang:

Selanjutnya, apabila memiliki utang yang belum dilunasi, upayakan untuk melunasi secepat mungkin.

Pembayaran tepat waktu akan membantu memperbaiki riwayat kredit tersebut.

Bicaralah dengan kreditur dan ajukan negosiasi jika perlu.

Beberapa kreditur mungkin bersedia mengatur pembayaran atau memberikan keringanan jika berkomunikasi secara terbuka.

Buat Rencana Pembayaran:

Buat rencana pembayaran yang realistis untuk melunasi utang.

Pastikan untuk mengikuti rencana tersebut dengan konsisten.

Hindari mengambil terlalu banyak utang dan gunakan produk keuangan dengan bijak.

Pastikan untuk membayar tagihan tepat waktu.

Bekerja Sama dengan Lembaga Kredit:

Terlibatlah dengan lembaga kredit dan tanyakan apakah ada program atau bantuan khusus yang dapat membantu memperbaiki riwayat kredit tesebut.

Proses memperbaiki riwayat kredit tidak akan terjadi secara instan.

Butuh waktu untuk membangun kembali kepercayaan lembaga kredit.

Selalu ingat untuk memahami hak dan kewajiban sebagai konsumen dan berkomunikasi secara terbuka dengan kreditur.

Digiqole ad

Putri Pratiwi K

http://wartagriya.com

Related post

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *