Approval Bank, Jadi Penyebab MBR Sulit Punya Rumah

 Approval Bank, Jadi Penyebab MBR Sulit Punya Rumah

Ilustrasi (Foto WG)

JAKARTA, WartaGriya.Com – Ditengah gencarnya program pemerintah yang bertajuk ‘SejutaRumah‘, ternyata masih banyak yang gagal untuk mewujudkan impian punya rumah sendiri.

Diantaranya, masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) yang banyak tidak lolos dalam pengajuan Kredit Pemilikan Rumah (KPR).

Pada umumnya, mereka mengeluhkan tentang penghasilan yang tak relevan lagi karena jauh dari estimasi ataupun kalkulator sistem hitung KPR.

Usut punya usut, approval (persetujuan) pihak bank yang menjadi penyebab utama bagi para pemohon KPR. Sehingga tak sedikit, kalangan MBR semakin sulit punya rumah sendiri.

“Saya sudah tiga kali gagal saat pengajuan KPR dengan bank yang berbeda. Masalahnya bukan dari kelengkapan persyaratan administrasi, besaran gaji yang sangat jauh dari estimasi perhitungan KPR,” ungkap Nawiyah Wulandari kepada WartaGriya.Com, di Jakarta, belum lama ini.

Ia menjelaskan, untuk harga rumah Rp.400 Jutaan saja pemohon KPR harus punya penghasilan minimal antara Rp.7 Juta – Rp.9 Jutaan per bulan dengan cicilan kisaran Rp.4 Jutaan per bulan.

“Nah, kalau kondisinya seperti saya hanya punya gaji dengan standar upah minimum regional (UMR) bagaimana bisa akan di approval bank?,” keluhnya.

Nawiyah merupakan salah seorang dari jutaan kalangan MBR yang gagal mendapat persetujuan Bank. “Saya berharap pihak perbankan dan pemerintah mencari solusi dalam mengatasi ketimpangan regulasi ini,” pungkasnya.

Related post

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *