Awal Tahun 2022, Sektor Properti Dongkrak Pemulihan Ekonomi di Indonesia

 Awal Tahun 2022, Sektor Properti Dongkrak Pemulihan Ekonomi di Indonesia

Antusias masyarakat investasi di proyek hunian Wartawangsa Residence. (Foto: dok.wartawangsaresidence)

JAKARTA, WartaGriya.Com – Awal Tahun 2022, sektor properti diproyeksi bakal mulai mendongkrak pemulihan ekonomi di Indonesia. Hal tersebut diungkapkan Tino Nazril, pengamat properti dan konsultan Wartawangsa Residence menanggapi prospektif pasar di tahun depan.

“Saat ini industri properti terus bergerak dan saya proyeksi dan sangat optimis bahwa ditahun depan sektor ini akan mampu mendongkrak pemulihan ekonomi,” ujar Tino Nazril, saat ditemui di Marketing Gallery Wartawangsa Residence, baru-baru ini.

Selain itu, Tino Nazril juga melihat adanya optimisme pasar dari sisi pelaku investasi yang cenderung terus menunjukkan peningkatan sejak pertengahan tahun 2021 ini. “Walaupun kebijakan pemerintah yang akan berakhir di bulan ini, tapi justru sebaliknya para investor terus berdatangan dan memborong unit rumah karena instrumen investasi mereka anggap paling aman serta sangat menguntungkan,” ujarnya.

Hal tersebut juga dibuktikan, masih dikatakan Tino Nazril, melalui penjualan rumah mewah yang dibandrol diatas Rp.1 Miliyar terus meningkat hingga akhir tahun 2021 ini. “Saya yakin dengan mengusung konsep hijau, eksklusif serta memadukan kenyamanan dan kemewahan ini menjadi alasan tingginya minat masyarakat membeli hunian disini,” pungkas Tino Nazril.

Secara terpisah Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati juga mengaminin pemulihan ekonomi Indonesia dari pandemi COVID-19 lebih cepat dibandingkan dengan krisis yang terjadi pada tahun 1997-1998.

“Kalau dilihat dan dibandingkan dengan situasi pada saat Indonesia menghadapi krisis tahun 97-98, dibutuhkan 4 tahun untuk memulihkan ekonomi kita sampai kepada level GDP pre-crisis. Untuk COVID ini, dalam waktu satu setengah tahun, kita telah mampu kembali kepada pre-COVID GDP level,” ujarnya dalam Working Lunch: Joint Side Event Sherpa Track dan Finance Track Presidensi G20 Indonesia, baru-baru ini.

Ia mengatakan, cepatnya pemulihan tersebut berkat resiliensi sektor keuangan dan dunia usaha, serta instrumen dan kebijakan pemerintah yang responsif. “Ini adalah sesuatu yang patut untuk kita semuanya syukuri dan membanggakan, namun ini berarti belum selesai tugas kita,” katanya.

Jika dilihat dari sisi penciptaan kesempatan kerja, pengangguran telah berhasil menurun dalam kurun waktu 12 bulan terakhir. Tingkat pengangguran dapat ditekan hingga level 6,5 persen, setelah sempat melonjak di atas 7,1 persen. “Ini langkah-langkah pemulihan ekonomi yang diharapkan bisa dirasakan langsung kepada masyarakat,” tutur Menkeu.

Related post

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *