Bagaimana Mencegah Uang Booking Fee Hangus?

 Bagaimana Mencegah Uang Booking Fee Hangus?

Ilustrasi.

BOGOR, WartaGriyak.Com – Masih banyak orang yang belum paham, bahwa uang booking fee bisa hangus. Lalu bagaimana mencegah, agar uang booking fee tersebut tidak hangus setelah ditolak oleh bank saat pengajuan Kredit Pemilikan Rumah (KPR).

Apalagi, belakangan ini jika tidak ada promo biayanya uang booking fee sebagai ikatan pembelian produk properti tersebut lumayan besar.

Jumlahnya sangat bervariatif, mulai dari Satu Juta bahkan sampai Puluhan Juta Rupiah. Sayang kan, jika uang itu hangus begitu saja?

Uang booking fee pada sebenarnya bisa direfund kembali, tapi tidak semudah itu konsumen bisa menariknya.

Pasalnya, ada ketentuan yang harus diketahui oleh para calon konsumen properti.

Bisa dicontohkan, ketika ingin uang booking kembali harus mengajukan permohonan atau mengisi form refund pada pamasaran atau peerusahaan properti.

Tapi ketentuan itu dikecualikan bagi calon konsumen yang mengundurkan diri dari pembelian dipastikan uang booking akan hangus.

Seperti diketahui booking fee merupakan sejumlah uang yang dibayarkan calon pembeli rumah kepada pengembang atau penjual rumah sebagai komitmen saat membeli sebuah unit properti, baik itu rumah atau apartemen.

Biaya booking adalah bukti keseriusan calon pembeli rumah untuk membeli rumah.

Selain biaya booking, dalam pemasaran properti, ada juga istilah nomor urut pemesanan atau NUP.

Bedanya, NUP merupakan nomor urut yang diberikan kepada calon pembeli agar dapat terlebih dulu memilih unit properti sebelum properti yang ditawarkan selesai dibangun.

Untuk mendapat NUP ini, calon pembeli pun harus membayarkan sejumlah uang.

Besaran biaya booking untuk memesan sebuah unit properti tentu berbeda-beda, tergantung pada kebijakan pengembang atau penjual rumah.

Untuk rumah sederhana dengan tipe di bawah tipe 45, biasanya besaran biaya booking Rp500 ribuan.

Sementara, untuk rumah mewah, jumlah biaya booking bisa mencapai Rp25 juta.

Beberapa pengembang memang menetapkan biaya booking secara pasti.

Namun, ada juga beberapa pengembang dan penjual rumah yang memberi keleluasaan kepada calon pembeli untuk menetapkan biaya booking, sehingga uang yang dikeluarkan berdasarkan kesepakatan antara calon pembeli dengan pengembang.

Selain itu, cermati juga kesepakatan antara kamu dengan pengembang. Beberapa pengembang memiliki kebijakan untuk tidak mengembalikan biaya booking jika calon pembeli membatalkan pemesanan.

Selain itu, ada juga beberapa pengembang menerapkan skema pengembalian uang jika calon pembeli membatalkan pemesanannya.

Ada beberapa kelebihan yang bisa diambil oleh calon pembeli dan pengembang rumah dengan penerapan booking fee, di antaranya adalah:

Calon pembeli lebih serius membeli rumah.

Memberi rasa aman kepada pengembang saat akan membangun rumah karena calon pembeli sudah berkomitmen.

Pengembang dapat mengetahui harga pasaran dari proyek yang sedang dibangun.

Pengembang dapat menaikkan harga properti yang dijualnya menggunakan data unit terjual, sehingga lebih banyak calon pembeli yang berminat membeli unit propertinya.

Meski cukup menguntungkan, terutama untuk pengembang, skema booking fee juga memiliki kekurangan. Beberapa di antaranya adalah:

Calon pembeli harus menyiapkan bujet lebih.

Ada kemungkinan booking fee bisa hangus.

Pengembang memiliki kemungkinan kehilangan calon pembeli potensial karena sebagian orang tidak ingin repot membayar biaya booking.

Dalam beberapa kasus, seseorang tidak jadi membeli rumah karena saat BI Checking, calon pembeli rumah dinilai tidak memenuhi persyaratan untuk membeli rumah. Maka dari itu, sebelum bernegosiasi dengan pengembang, lakukanlah BI Checking sendiri untuk mengetahui apakah kamu sudah memenuhi syarat membeli rumah atau belum. Semoga bermanfaat ya!

Amin Hidayat

Related post

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *