Begini Cara Membandingkan Beli Rumah Baru atau Bekas!

 Begini Cara Membandingkan Beli Rumah Baru atau Bekas!

Ilustrasi. (Foto: WG)

JAKARTA, WartaGriya.Com – Beragam pilihan pasti dihadapkan pada saat ingin beli rumah sebagai tempat tinggal maupun investasi. Biasanya, akan muncul mana yang terbaik ketika sudah menentukan mulai dari lokasi, harga murah, struktur bangunan, hingga kondisi lingkungan bebas banjir.

Kendati demikian, ternyata masih banyak yang bikin rumit saat menentukan pilihan yang terbaik yaitu bagaimana memutuskan beli rumah baru atau rumah bekas. Sebenarnya mana yang terbaik sih, baik secara spesifikasi bangunan hingga kualitas lingkungan yang mendukung? Yuk simak cara menentukan pilihan beli rumah baru atau rumah bekas;

  1. DARI SUDUT KONSUMSI

Konsumsi energi tidak cuma berlaku buat yang peduli dengan lingkungan, tapi seluruh orang yang ingin menghemat pengeluaran bulanan. Nah ternyata, dari sudut konsumsi energi, rumah baru justru lebih hemat. Hal itu karena pada umumnya, proyek hunian yang digarap oleh pengembang belakangan ini memilih material yang ramah lingkungan.

Mulai dari atap baja ringan, frame jendela alumunium, batu bata atau fabrikasi batu bata ringan (campuran pasir, kapur, semen, dan bahan lain), sampai dengan warna cat cerah untuk memantulkan sinar matahari. Ramah lingkungan berarti sedikit energi yang dikeluarkan, sehingga bisa menghemat pengeluaran bulanan. Lain halnya bangunan lama yang dibangun, mungkin sudah puluhan tahun lalu. Struktur rumahnya masih jadul dan belum tentu ramah lingkungan.

  1. FLEKSIBILITAS

Apabila sudah memutuskan beli rumah bekas, tidak perlu repot menata ulang bangunan. Semuanya sudah dipasang, mulai dari penataan ruangan, tinggi plafon, sampai dengan pencahayaan dan desain rumah ala tahun 90-an. Sementara jika tinggal di rumah baru, mungkin bisa mendapatkan perubahan desain sampai dengan jaminan perbaikan sesuai kesepakatan dengan pengembang.

Namun jika pengembang tidak menyediakan, artinya harus menerima desain yang ditetapkan. Pada umumnya perumahan baru juga dilengkapi oleh instalasi kabel bawah tanah yang membuat rumah terlihat rapi dan praktis. Memang harus menunggu pemasangan, tapi bisa mengendalikannya sendiri, perlukah ada penambahan instalasi atau tidak.

  1. PENGGANTI BIAYA

Proyek hunian baru tentunya dilengkapi oleh material dan perabot yang baru. Mulai dari atap, jendela, countertop wastafel, dan lain-lain. Kemudian bila mengisi rumah dengan perabot baru, akan mendapatkan barang-barang dengan jaminan kualitas garansi sesuai kesepatan dengan pengembang.

Namun, jika pilihan pada rumah bekas, perabot dan material bangunannya tentu sudah memiliki usia tertentu yang membutuhkan pergantian dalam jangka waktu dekat. Coba bayangkan berapa biaya yang harus dikeluarkan untuk mengganti tiap perabot rumah tersebut. Jika setelah diperhitungkan biayanya sama saja, lebih baik pilih rumah baru.

  1. JANGKA PANJANG

Untuk membeli rumah baru, biasanya tersedia sistem bayar tunai dan KPR (Kredit Pemilikan Rumah). Kalau menggunakan skema KPR, harus memikirkan soal biaya cicilan yang berubah-ubah dalam jangka waktu yang relatif panjang (sampai dengan 25 tahun), tergantung bunga.

Jika dihitung secara keseluruhan, harganya tentu lebih mahal jika dibanding membeli tunai. Namun, jika berencana untuk memiliki rumah sebagai aset investasi, rumah baru tentu memiliki nilai yang lebih tinggi dibanding rumah bekas.

Putri Pratiwi K

http://wartagriya.com

Related post

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *