Begini Cara Menghitung Harga Jual Tanah

 Begini Cara Menghitung Harga Jual Tanah

Ilustrasi. (Foto: WG)

JAKARTA, WartaGriya.Com – Jangan beper ya, jika tiba-tiba ada seseorang yang berniat beli rumah dengan harga tak sesuai harapan. Padahal, apabila pemilik rumah bisa argumentasi dengan perhitungan yang tepat bisa jadi calon pembeli akan menawar dengan nilai lebih tinggi.

Pasalnya, untuk menghitung itu ada rumusnya, ingin tahu lebih lanjut bagaimana cara menghitung harga jual tanah dan rumah? Yuk simak tips properti sebagai berikut;

HARGA TANAH

Berangkat dari niat menjual rumah, tapi mengetahui cara menghitung harga tanah juga penting dipahami. Biasanya, mencari informasi harga tersebut dengan mencari informasi ke pihak-pihak terkait, misalnya melalui kantor kecamatan ataupun perbankan.  Selain itu, bisa menghitung harga kisaran tanah melalui NJOP yang terdapat di struk pembayaran PBB.

HARGA BANGUNAN

Nah selanjutnya bagaimana cara menentukan harga bangunan. Untuk mengetahui cara  menghitung harga bangunan, bisa dijadikan pertimbangan adalah mengakumulasi nilai total biaya pembangunan rumah. Pastinya, total harga tersebut disesuaikan dengan kisaran harga saat ini. Misalnya dengan mempertimbangkan kondisi bangunan yaitu melihat dari sisi spesifikasi bangunan meliputi luas, jumlah kamar, kamar mandi, kondisi material dan lain-lain.

Setelah mengetahui cara menghitung harga tanah, kemudian bagaimana cara menghitung harga jual rumah? Nah sebagai contoh perhitungan untuk menentukan harga bangunan.

Apabila, harga bangunan per m² rumah memiliki harga Rp2 juta dan total luas bangunan keseluruhan adalah 600m², maka harga bangunan itu sebesar Rp 2 juta x 600m² = Rp 1,2 Miliar. Adapun cara lain bisa menggunakan rumus harga jual rumah ialah dengan melihat kondisi bangunannya. Misal, hitungan untuk kondisi bangunan 80% adalah 80% x Rp 1,2 Miliar = Rp960 juta.

HARGA JUAL

Selain itu, cara menentukan harga jual rumah selanjutnya adalah berdasarkan Nilai Jual Objek Pajak atau NJOP.  NJOP adalah harga rata-rata dari transaksi jual beli rumah dan atau bangunan. NJOP akan menjadi dasar untuk menentukan PBB yang diterapkan oleh pemerintah setempat.

Setiap daerah memiliki nilai NJOP yang berbeda-beda. Biasanya NJOP merupakan taksiran nilai harga rumah dan bangunan yang dihitung berdasarkan luas dan zona dari rumah tersebut. Patokan nilai NJOP sendiri didasarkan pada tiga aspek yakni perbandingan harga objek, nilai perolehan baru dan Nilai Jual Objek Pajak Pengganti.

NJOP berbeda dengan harga pasar, biasanya jika harga pasaran rumah tersebut tinggi maka NJOP-nya akan tinggi juga.  NJOP pun hanya bisa digunakan oleh pembeli/penjual rumah sebagai kisaran harga. Sebab, umumnya harga jual rumah di pasaran akan lebih mahal dua hingga tiga kali lipat dari NJOP. Tapi jika ingin coba untuk menghitungnya sendiri, bisa dengan cara berikut ini:

Misalnya, harga tanah per meter rumah adalah Rp5 Juta dan total luas tanah keseluruhan adalah 600 m², maka harga tanah tersebut sebesar Rp 5 juta x 600m² = Rp 1 Miliar.  Semakin sempit sebuah lahan tanah, maka semakin besar pula harga per meter yang ditawarkan. Kemudian, yang harus diperhatikan yaitu harga per meter yang akan ditentukan berdasarkan jumlah luas tanah.

JUAL BERDASARKAN NJOP

Kemudian, bagaimana cara menghitung harga jual rumah berdasarkan NJOP. Coba asumsikan jika memiliki rumah dengan ukuran 50 m² serta luas tanah 96 m² di daerah Tangerang, maka NJOP yang dikenakan sebesar Rp 3 juta/m². Jadi, perhitungannya sebagai berikut:

  • NJOP Tanah = 96 m² x Rp 3 juta = Rp 288 juta
  • NJOP Bangunan = 50 m² x Rp 3 juta = Rp 150 juta
  • NJOP Tanah + Bangunan = Rp288 juta + Rp150 juta = Rp438 juta.

Enggak mau repot mengecek NJOP melalui kelurahan atau slip pembayaran PBB? Tapi tak perlu resah karena kondisi masih pandemi, apalagi saat ini bisa mengecek nilai pajak pada suatu bangunan lewat daring atau online. 

Putri Pratiwi K

http://wartagriya.com

Related post

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *