Begini Penjelasan Tulus Panahian, Soal Alasan Hijrah ke Industri Properti

 Begini Penjelasan Tulus Panahian, Soal Alasan Hijrah ke Industri Properti

DEPOK, WartaGriya.Com  – Ternyata begini penjelasan pria berwajah tampan ini, soal alasan hijrah ke industri properti. Dengan pembawaan diri yang tenang sekaligus murah senyum menyiratkan sikapnya yang sederhana dan mudah bergaul dengan siapapun.

Itulah kesan pertama saat mewawancarai Tulus Panahian selaku Direktur dari PT Duta Cibubur Sejahtera (DCS Group), pengembang perumahan Bungur Mansion 2 yang memiliki anak perusahaan Mitra jaya Realty dengan proyek besutan d’OrangePark Apartment.

Mengawali karir di bisnis properti dengan background pengalaman senior manager regional procurement di perusahaan asing, tak lantas membuat Tulus sapaan akrabnya menjadi ragu.

“Justru diawal bergabung saya merasa tertantang dan dipenuhi gairah untuk mendalami seluk beluk dunia properti, mulai dari sales marketing hingga mekanisme pembebasan tanah, perijinan dan pembangunan” cerita Tulus

Sejatinya memang sejak lama, Tulus menyimpan asa untuk bisa mengikuti jejak sukses sang Kakak di bidang properti. Rasa penasaran terus menggelayut, apalagi ketika dia melihat banyak proyek hasil tangan dari kakaknya berjalan baik dan di terima pasar

Kesuksesannya bekerja sebagai procurement ditinggalnya demi merajut asa untuk sukses di bidang properti, memulai dengan proyek perumahan tersebut menghatar Tulus untuk kembali menahkodai proyek anyar d’orangePark Apartment yang berlokasi di jalan raya Gas Alam, Depok.

Tak cukup itu, Tulus bersama dengan beberapa punggawa dari DCS mendirikan Seis Anara Indonesia (perusahaan agent) yang saat ini dipercaya untuk memasarkan beberapa proyek Perumnas diantaranya Apartemen Grand Sentraland Kawarang

Bagi Tulus, harapan dalam karir propertinya adalah bisa menghasilkan produk-produk yang nyaman dan bisa digunakan oleh banyak orang. Entah itu secara fungsi, maupun perawatan jangka panjang (sustainable), dan harus bisa menjangkau banyak orang (affordable)

“Saya ingin bermain bermain di segmen atas, menengah dan bawah. Dan bisa ciptakan produk-produk yang nyaman, ramah lingkungan. Bukan sekadar menjual properti tapi juga menjual gaya hidup,” pungkas Tulus.

 

Related post

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *