Beli Properti di Jakarta, Paling Diincar Milenial

 Beli Properti di Jakarta, Paling Diincar Milenial

Ilustrasi. (Foto: WG)

JAKARTA, WartaGriya.Com –  Ternyata tak hanya menjadi solusi bagi milenial, tapi rumah bekas juga menjadi salah satu alternatif untuk beli properti di Jakarta. Sementara itu, mencari rumah pun sudah bisa dilakukan dengan mudahnya melalui internet. Jadi, sejumlah kiat beli rumah bekas di Jakarta yang bisa dilakukan pertama adalah dengan memilih rumah-rumah di internet.  

Setelah menemukan pilihan rumah yang dirasa sesuai kebutuhan dan desain, bisa langsung melakukan survei lapangan untuk melihat rumah tersebut secara langsung. Nah, dalam melakukan survei lapangan bisa sambil melakukan perbandingan dari rumah-rumah yang sudah dipilih melalui internet sebelumnya. 

Kemudian, yang perlu dijadikan pertimbangan adalah kondisi rumah, harga, lokasi, dan fasilitas-fasilitas lainnya yang dirasa bisa mendukung aktivitas sehari-hari. Kendati beli properti tanpa perantara akan lebih menguntungkan karena berkemungkinan untuk mendapatkan harga lebih murah tanpa perlu membayar komisi, tapi membeli rumah bekas justru bisa memiliki lebih banyak risiko, terutama yang berhubungan dengan kondisi bangunan dan legalitasnya.

Oleh sebab itu, untuk lebih amannya bisa memanfaatkan jasa agen properti berpengalaman dan terpercaya untuk mengurus hal ini. Usia bangunan tentu akan mempengaruhi kualitas sebuah rumah. Rumah dengan usia kurang dari 10 tahun terbilang baru, rumah dengan usia 10-20 tahun akan tergolong sedang. Selanjutnya untuk rumah dengan usia lebih dari 20 tahun sudah termasuk bangunan tua.

Oleh karena itu, sebelum memutuskan untuk beli properti bekas perlu menanyakan kepada sang pemilik rumah sebelumnya tentang waktu terakhir mereka melakukan renovasi. Selain itu, tanyakan pula tentang kualitas bahan bangunan yang digunakan, tipe struktur, serta kualitas pengerjaannya.

Mengetahui kelengkapan surat merupakan salah satu kiat beli rumah bekas di Jakarta yang sangat penting. Periksalah legalitas rumah tersebut, seperti Surat Hak Milik (SHM), Izin Mendirikan Bangunan (IMB), dan sertifikat rumah beserta tanah tersebut. Selain itu, pastikan pula bahwa nama yang tertera pada surat-surat tersebut merupakan nama asli sang pemilik rumah. Langkah ini sangat penting untuk mempermudah jika ingin kembali menjual rumah tersebut di masa yang akan datang ataupun dijadikan sebagai investasi.

Kemudian, beli rumah bekas berarti harus siap dengan anggaran renovasi yang kemungkinan akan dikeluarkan. Sebab, pada umumnya membeli rumah bekas dapat dipastikan selalu membutuhkan renovasi, walaupun hanya sebagian kecil. Untuk mengantisipasi, bisa menambahkan sekitar 10 persen untuk dana renovasi rumah.

Beli rumah bekas di Jakarta yang terakhir harus mengecek kondisi rumah terlebih dahulu sebelum memutuskan untuk membeli. Biasanya, kondisi fisik rumah sangat menentukan harga dari rumah itu sendiri. Apabila rumah tersebut memiliki harga yang terjangkau namun tidak memiliki kondisi yang layak, maka sebaiknya urungkan niat untuk beli sampai menemukan rumah dengan kondisi yang sesuai.

Selanjutnya, langkah yang harus diperhatikan adalah jangan pernah terbuai dengan tampilan luarnya, kedua, jangan lupa untuk memeriksa usia efektif bangunan, ketiga, perhatikan layout rumah, keempat, pastikan bahwa sumber air tersedia, dan yang keempat adalah cek kondisi listrik. Jika seluruh aspek yang dibutuhkan sudah ditemui di calon rumah yang sudah pilih, maka bisa mulai membuat keputusan. 

Amin Hidayat

Related post

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *