Belum Bayar PBB Bertahun-tahun? Begini Cara Bayarnya!

 Belum Bayar PBB Bertahun-tahun? Begini Cara Bayarnya!

Ilustrasi. (Foto: WG)

JAKARTA, WartaGriya.Com – Sedikitnya ada 3 cara bayar Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) ini jadi favorit bagi para wajib pajak yang tertuggak. Pasalnya, selain menjadi solusi yang efektif metode tersebut sangat memudahkan masalah keterlambatan bayar pajak. Selain itu, setelah pada kondisi tertunggak,  pastinya ada denda yang dikenakan berdasarkan perhitungan yang telah ditetapkan. 

Sementara, 3 cara bayar PBB yang saat ini menjadi favorit bagi wajib pajak yaitu membayar keterlambatan pembayaran PBB di tahun-tahun sebelumnya ini bisa di kantor pos terdekat. Kemudian juga bisa dilakukan transaksi melalui sejumlah bank swasta nasional maupun bank pemerintah serta pilihan lain adalah membayar di gerai minimarket.

Selanjutnya, nilai tanggungan PBB tidak sama antara setiap orang atau badan usaha dan nilainya disesuaikan berdasarkan Nilai Jual Objek Pajak (NJOP), Nilai Jual Objek Pajak Tidak Kena Pajak (NJOPTKP), dan Nilai Jual Kena Pajak (NJKP).

NJOP adalah harga pasar yang berperan sebagai dasar pengenaan PBB; kemudian NJOP ini kembali dibagi menjadi dua, bumi dan bangunan. Nilai NJOP bumi dipengaruhi oleh letak, kondisi lingkungan, peruntukan, dan pemanfaatan. Sedangkan NJOP bangunan dipengaruhi oleh material bangunan, letak, rekayasa, dan kondisi lingkungan.

NJOPTKP berbeda di tiap daerah, ditentukan berdasarkan keputusan Menteri Keuangan Nomor 201/KMK.04/2000 yang menetapkan batas maksimum besarannya sebesar Rp12 Juta. Sementara NJKP ditetapkan berdasarkan nilai NJOP; sebesar 40% jika NJOP di atas 1 miliar, 20% jika NJOP di bawah 1 miliar.

Pemerintah sudah menetapkan denda PBB sebesar 2% per bulan, berlaku sebagai denda keterlambatan membayar PBB. Kendati 2% merupakan angka yang kecil, nilai PBB rata-rata besar dan jika didiamkan terus-terusan akan membayar denda yang lebih besar. Misalnya PBB rumah sebesar Rp500 Ribu dan menunggak selama satu tahun dari waktu pembayaran PBB. Maka jumlah yang harus dibayarkan adalah (500.000 x 2%) x 12 = Rp120 Ribu Rupiah.

Mungkin masih terdengar kecil, tapi bagaimana kalau PBB rumah bebannya hingga jutaan rupiah? Pasti pusing, apalagi kalau telat bayarnya lebih dari 24 bulan. Perlu diketahui, pemerintah memberikan keringan pemutihan denda PBB untuk yang menunggaknya di bawah 24 bulan. 

Segera lakukan pembayaran PBB, tapi jangan lupa untuk melakukan pengecekan PBB dulu di situs resminya. Situs resmi diakses berdasarkan domisili, jadi cukup cari situs PBB sesuai domisili di mesin pencari. Situs resmi PBB menyediakan beragam layanan mulai dari pendaftaran online hingga portal informasi publik.Sebelum membayar, siapkan dulu siapkan Surat Pemberitahuan Pajak Terutang (SPPT) yang biasanya dibagikan di awal tahun oleh kelurahan, RT, atau RW.

Amin Hidayat

Related post

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *