Beralih Digital, Ini Perubahan Kebiasaan Baru

 Beralih Digital, Ini Perubahan Kebiasaan Baru

Ilustrasi. (Foto: Istimewa)

JAKARTA, WartaGriya.Com – Pandemi Covid-19 mengubah perilaku konsumen dalam membeli rumah dan memperoleh informasi properti. Perubahan kebiasaan baru ini mendorong pengembang (developer) berlomba-lomba beralih ke saluran digital untuk menggaet konsumen.

Managing Director Strategic Business & Service Sinar Mas Land, Alim Gunadi mengatakan, di tengah kelesuan usaha tahun ini, perusahaan memperbesar aktivitas pemasaran melalui channel digital.

Sebelum pandemi, 70% pemasaran properti Sinarmas Land melalui offline atau via marketing galery, pameran, sedangkan 30% online. Dalam situasi saat ini ketika banyak masyarakat berada di rumah, strategi pemasaran pun diubah menjadi 70% dan 30% offline. “Lewat pemasaran digital, kami mengadakan virtual tour hingga menggunakan key opinion leader (KOL) atau influencer agar kami bisa mengkomunikasikan produk ke konsumen,” katanya.

Sedangkan dari sisi produk, kebiasaan konsumen lebih banyak di rumah juga turut mengubah prevelensi rumah tinggal yang nyaman. Hal ini membuka peluang Sinarmas menyediakan konsep perumahan dengan ruang terbuka. Selain itu, riset juga menunjukkan, kebutuhan rumah saat ini didominasi oleh kelompok usia 22-29 tahun (36%) dan 30-39 tahun (29%). Hal ini juga dipandang sebagai ceruk baru untuk menyediakan rumah bagi milenial berharga terjangkau di kisaran Rp 600 juta hingga Rp 1,3 miliar.

“Kami telah membangun milenial home sejak Januari 2020 dengan ukuran tanah lebih kecil, tetapi desainnya bagus. Untuk menyediakan kebutuhan masyarakat terhadap ruang terbuka juga difasilitasi dengan taman, mal The Breeze dan QBig,” ujarnya.

Hingga semester I 2020, Sinarmas Land yang beroperasi di bawah bendera PT Bumi Serpong Damai Tbk membukukan prapenjualan (marketing sales) senilai Rp 2,9 triliun. Realisasi ini setara dengan 40% target marketing sales sepanjang tahun ini Rp 7,2 triliun. Segmen residensial masih menjadi penopang utama penyumbang marketing sales periode tersebut senilai Rp1,6 triliun atau 57% terhadap total pra-penjualan.

Related post

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *