Capres Anies Baswedan Nilai Anak Muda Masih Sulit Punya Rumah!

 Capres Anies Baswedan Nilai Anak Muda Masih Sulit Punya Rumah!

Ilustrasi.

JAKARTA, WartaGriya.Com – Calon presiden (capres) Anies Baswedan menilai anak muda saat ini masih sulit mendapatkan rumah melalui Kredit Pemilikan Rumah (KPR) karena sistemnya yang sulit.

Maka dari itu, menurutnya perlu ada perubahan agar siapapun bisa membeli rumah.

Mantan Gubernur DKI Jakarta ini juga berpendapat bahwa anak muda saat ini sulit mendapatkan rumah bukan karena banyak minum kopi, melainkan sistem KPR saat ini yang terbilang rumit.

Saking sulitnya mendapatkan rumah melalui sistem KPR saat ini, Anies pun menyebut KPR bukan lagi Kredit Pemilikan Rumah, melainkan ‘Kapan Punya Rumah’.

“Jadi KPR kepanjangannya apa di masyarakat saat ini? ‘Kapan Punya Rumah’ saking susahnya ngurus KPR. Jadi menurut saya yang harus diubah adalah aturan-aturan KPR dipermudah,” katanya dalam acara Indonesia Millenial and Gen-Z Summit 2023 di Senayan Park, Jakarta Selatan, pekan lalu.

Anies juga menilai sistem KPR saat ini hanya mempermudah masyarakat yang bekerja di sektor formal. Padahal, masih banyak juga masyarakat yang bekerja di sektor informal, misalnya pekerja usaha mikro.

Menurut Anies, 90% perekonomian Indonesia adalah usaha mikro yang pekerjanya harus memperoleh dukungan. Maka dari itu, menurutnya penting untuk mengubah sistem KPR yang dapat mengakomodir pekerja di sektor informal.

“Kita sudah tahu kenyataan mayoritas warga kita di sektor informal, kenapa aturannya dibuat hanya untuk sektor formal. Itu tidak menyelesaikan masalah. Itu hanya memudahkan negara dan perbankan untuk mengurusi rumah. Nah ini harus diubah, dan itu membutuhkan keputusan politik,” ujar Anies.

Di sisi lain, Anies juga menyinggung 85% orang membangun rumah sendiri dan tanpa menggunakan kontraktor. Menurutnya, perlu ada sistem yang memungkinkan orang membangun sendiri, namun mendapat akses ke KPR.

“Sementara sistem KPR harus pakai kontraktor. Yang 85% ini bisa pinjam dari mana? Nggak ada efeknya mereka nggak bisa bangun rumah dengan baik. Kenapa tidak kita buatkan sistem yang memungkinkan orang membangun sendiri dengan akses KPR dan ada pengawasannya. Ada sistem report yang baik, sehingga mereka terpaksa untuk taat pada komitmennya,” bebernya.

Lebih lanjut, capres nomor urut 1 ini juga membandingkan mudahnya kredit kendaraan seperti sepeda motor atau mobil, yang nilainya mudah turun. Padahal harga rumah cenderung naik dari tahun ke tahun, tetapi kreditnya justru rumit.

“Mengapa aset yang harganya turun dimudahkan sementara kredit rumah yang asetnya akan meningkat justru dipersulit. Inilah perubahan yang ingin kita bawa, dan ini tawaran kami bagi generasi Z,” pungkasnya.

 

Digiqole ad

Related post

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *