Cicilan KPR Macet, Nasabah Bisa Ajukan Restrukturisasi

 Cicilan KPR Macet, Nasabah Bisa Ajukan Restrukturisasi

Ilustrasi. (Foto: WG)

JAKARTA, WartaGriya.Com – Tak ingin cicilan Kredit Pemilikan Rumah (KPR) macet ditengah pandemi virus corona, karena penghasilan menurun dratis.

Jangan merasa cemas, karena BTN telah memberikan kemudahan kepada para nasabah KPR mereka yang terdampak pandemi COVID-19 dengan membuka peluang restrukturisasi kredit.

Direktur Finansial, Perencanaan, & Treasuri BTN Nixon L. P. Napitupulu menjelaskan permohonan restrukturisasi bisa diajukan oleh debitur melalui restrukturisasi online (daring) yang disiapkan perseroan.

Melalui sistem daring tersebut, debitur BTN yang mengajukan permohonan restrukturisasi tidak harus datang ke kantor cabang tempat mereka mengajukan kredit, namun melalui www.rumahmurahbtn.co.id.

“Setelah terbitnya POJK tentang relaksasi kredit bagi debitur terdampak COVID-19, BTN telah membuka diri untuk memberikan kebijakan restrukturisasi kredit bagi debitur yang kreditnya dibiayai perseroan dan terdampak virus tersebut sehingga terganggu kemampuan bayarnya,” jelas dia dalam keterangan tertulis di Jakarta.

Pihaknya saat ini terus mengklasifikasi permohonan restrukturisasi dari nasabah yang terdampak situasi pandemi COVID-19. Sebanyak 17.000 nasabah PT Bank Tabungan Negara Tbk (BTN) yang terdampak situasi pandemi COVID-19 sudah direstrukturisasi hingga pekan ini.

“Sudah ada 17.000 lebih debitur yang pinjamannya sudah dilakukan restrukturisasi. Yang mengajukan permohonan restrukturisasi angkanya puluhan ribu,” jelasnya.

Hingga kini, kata Nixon, BTN memiliki hampir dua juta debitur dengan saldo pokok dari plafon pinjaman (baki debet) lebih dari Rp250 triliun. Adapun, belasan ribu permohonan restrukturisasi ke perseroan tersebut mencatatkan total baki debet sekitar Rp2,7 triliun.

“Jumlah tersebut mencakup debitur Kredit Pemilikan Rumah (KPR) Subsidi dan keseluruhannya di bawah Rp10 miliar sesuai ketentuan OJK,” ujar Nixon.

Namun, tidak semua debitur dapat menikmati kebijakan tersebut. Hal tersebut sesuai arahan pemerintah di mana hanya diberlakukan bagi debitur yang benar-benar terdampak COVID-19. “Oleh karena itu bank perlu melakukan klasifikasi dan kami sudah lakukan itu,” pungkasnya.

Untuk mengajukan permohonan Restrukturisasi, debitur mendownload form di bawah ini kemudian lengkapi data-data anda. Selanjutnya, debitur mengisi data pengajuan online di bawah dan mengupload dokumen yang telah diisi dan ditandatangani dalam bentuk foto atau scan disertai dokumen identitas diri. Atau bisa dikirimkan melalui email ke restruk.online@btn.co.id.

Langkah – langkah Restrukturisasi Online :
1.    Debitur melakukan download :
       •    File form permohonan restrukturisasi
       •    File form penghasilan
       •    File form Pernyataan Terdampak Covid -19 
2.    Debitur mengisi dan menandatangani form yang telah didownload(Form Permohonan Restrukturisasi/Keringanan,Form Penghasilan dan form Pernyataan terdampak Covid-19) 
3.    Debitur melakukan foto / scan terhadap :
       a.    KTP
       b.    Form Permohonan Restrukturisasi 
       c.    Form Penghasilan / slip gaji
       d.    Form pernyataan terdampak Covid-19
       e.    Swafoto / selfie tampak depan debitur dengan memegang KTP, Form Permohonan Restrukturisasi, Form Penghasilan / slip gaji dan Form pernyataan terdampak Covid-19.

4.    Hasil Foto / scan sesuai poin 3 ( tiga ) di atas dapat dikirimkan ke email restruk.online@btn.co.id dengan :

       Format email : Judul email (Restrukturisasi BTN , Nama : Nomor Rekening :  
       Attach File disesuaikan dengan jenis form + nama debitur)

       Contoh :
       Judul : Restrukturisasi BTN, Ardiansyah, 00010001000
       Attach file :
       a.    KTP Ardiansyah
       b.    Form Permohonan Restrukturisasi Ardiansyah
       c.    Form Penghasilan Ardiansyah
       d.    Form pernyataan terdampak Covid-19 Ardiansyah 

5.    Pastikan nomor telepon/WA/alamat email debitur aktif, karena apabila permohonan disetujui debitur akan menerima informasi melalui telepon, WA,atau email berisi persetujuan restrukturisasi dan addendum Perjanjian Kredit ( PK ) terkait restrukturisasi dari petugas Bank BTN. 
6.    Apabila debitur menyetujui, debitur dapat menandatangani addendum PK (restrukturisasi), kemudian mengirimkan kembali kepada petugas Bank BTN.


Informasi lebih lanjut dapat menghubungi Kantor Cabang BTN terdekat, petugas restruk Bank BTN ( klik download) atau menghubungi Contact Center Bank BTN 1500-286.

Related post

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *