Digiqole ad

Dibalik Ancaman Resesi, Optimisme Industri Properti Tetap Bangkit

 Dibalik Ancaman Resesi, Optimisme Industri Properti Tetap Bangkit

Vice Presiden PT Adhouse Clarion Events Gad Permata saat ditemui sejumlah awak media.

JAKARTA, WartaGriya.Com – Dibalik ancaman resesi ekonomi global, begini optimisme di industri properti tetap bangkit.

Vice Presiden PT. Adhouse Clarion Events Gad Permata menilai, resesi tidak akan banyak berpengaruh dan masih aman untuk tahun depan.

“Prediksi saya resesi tidak akan banyak berdampak disektor properti, karena terlihat aktifitas transaksi sejauh ini masih aman,” kata Gad Permata.

Ia menambahkan, kecuali inflasi yang naik bisa berdampak pada kenaikan bunga KPR.

“Apalagi investasi properti masih jadi aset yang aman ditengah kondisi ekonomi seperti saat ini. Selain itu, harga properti diprediksi akan naik di awal tahun depan seiring meningkatnya produk domestik bruto (PDB),” terang Gad Permata.

Ia menambahkan, dalam kondisi seperti sekarang sangat bangus untuk berinvestasi disektor properti karena harganya masih stabil.

“Dengan PDB 5 persen tahun ini, harga properti akan mulai meningkat tahun depan,” kata Gad Permata.

Meskipun begitu, diharapkan konsumen tetap berhati-hati dalam memilih developer terpercaya.
“Yang paling penting konsumen harus bisa melakukan krosek terlebih dulu, untuk mengecek track record dari pengembang itu,” himbaunya.

Ia mencontohkan, krocek track recort bisa dilakukan dengan melihat proyek-proyek apa saja yang sudah dipasarkan sebelumnya dan bagaimana kondisi perusahaan tersebut hingga saat ini.

Selain itu, konsumen juga diimbau memilih pengembang yang manajemennya profesional.

Sementara pagelaran Indonesia Properti Expo (IPEX) 2022 terus dibanjiri pengunjung. Hal tersebut membuktikan, antusias pencari rumah masih sangat tinggi.

Dirjen Perumahan Kementerian PUPR Iwan Suprijanto mengatakan, kolaborasi aktif di antara stakeholder atau pengembang dan perbankan, penting untuk terus terjalin dengan baik demi mereduksi angka backlog rumah yang telah mencapai 12,7 juta.

Angka ini akan terus bertambah, seiring kebutuhan rumah per tahun yang mencapai satu juta unit. Sementara pembangunan rumah yang dapat dipenuhi hanya sekitar 200.000-300.000 unit per tahun.

“Saya mengapresiasi pameran IPEX ini, yang tahun 2022 sudah dilakukan tiga kali. Nah, dalam pameran kali ini, para pengembang menyediakan perumahan. BTN menyediakan pembiayaannya,” pungkas Iwan.

Digiqole ad

Related post

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.