Inilah Daftar Pengembang Properti Dilaporkan ke YLKI

 Inilah Daftar Pengembang Properti Dilaporkan ke YLKI

Ilustrasi. (Foto: WG)

JAKARTA, WartaGriya.Com – Maraknya kasus proyek mangkrak hingga pengembalian dana (refund) menjadi catatan buruk diawal tahun 2021. Menurut Staf Pengaduan Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) Rio Priyambodo menjelaskan, pengaduan konsumen yang dilaporkan terbagi dari permasalahan berbeda.

Seperti yang dilansir kompas.com, Rio menjelaskan, dua kasus mengenai proyek mangkrak, soal refund atau pengembalian dana satu kasus, sistem pembayaran satu kasus, dan lainnya aduan soal dokumen.

Inilah daftar pengembang properti yang dilaporkan ke YLKI, adalah PT Permata Sakti Mandiri dengan proyek apartemen Cimanggis City, PT Mahakarya Evelyn Almeera Mughnii Development, PT Serpong Bangun Cipta, Transpark Juanda Bekasi dan PT Darusalam Madani Properti dengan proyek Madinah City.

Berdasarkan data YLKI, pengaduan konsumen terhadap PT Permata Sakti Mandiri terkait apartemen Cimanggis City karena terhentinya konstruksi alias mangkrak. Atas kejadian itu, konsumen mengajukan refund atau balik biaya kepada pengembang.

Sementara aduan terkait PT Mahakarya Evelyn Almeera Mughnii Development karena belum mengembalikan uang pembatalan pembelian. Padahal, pengajuan pembatalan pembelian itu telah dilakukan konsumen sebelumnya.

PT Serpong Bangun Cipta juga diadukan konsumen karena masalah down payment (DP) pembelian rumah konsumen yang hangus begitu saja. “Kalau untuk Transpark Juanda Bekasi ini masalahnya adalah konsumen telah melunasi DP namun ketika proses KPA di bank ditolak dan konsumen meminta pengembalian DP yang sudah lunas,” jelas Rio, belum lama ini.

Terakhir pengembang PT Darusalam Madani Properti yang membangun Madinah City juga diadukan konsumen karena sama sekali belum melakukan konstruksi fisik. Padahal, konsumen telah membayar DP pembelian rumah. “Jadi konsumen sudah melakukan DP namun belum ada pembangunan,” tambah Rio.

Ia melanjutkan, masalah perumahan hingga saat ini memang selalu menjadi langganan aduan konsumen setiap tahunnya. Aduan tentang pengembang bermasalah ini terjadi mulai dari hulu ke hilir.

Tercatat disepanjang tahun 2020, meski di tengah pandemi, terdapat 23 aduan konsumen. Dari total jumlah aduan itu, terkait perumahan mangkrak sebesar 34,7 persen, refund 30,4 perse, serah terima 17,3 persen, pelaku usaha pailit 13 persen, dokumen rumah bermasalah 8,6 persen, fasilitas umum 4,3 persen dan sistem pembayaran bermasalah 4,3 persen.

Related post

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *