Inilah Dampak Akibat Menunda Beli Rumah!

 Inilah Dampak Akibat Menunda Beli Rumah!

Ilustrasi. (Foto: WG)

JAKARTA, WartaGriya.Com – Tak sedikit pengamat ekonomi ataupun motivator properti yang sering mengingatkan, jangan tunda beli rumah karena harganya naik terus. Nah, sementara banyak juga masyarakat awam yang belum memahami penyebab kenaikan harga rumah tersebut. Lalu seperti apa sih fakta yang sebenarnya? Yuk simak ulasannya sebagai berikut.

Pada dasarnya properti salah satu investasi paling menguntungkan dibanding yang lainnya. Kemudian yang menjadi penyebab harga rumah naik terus yaitu didongkrak melalui nilai inflasi yang tinggi.

Dimana nilai mata uang melemah, daya beli menurun, dan harga-harga barang yang naik memaksa developer menaikan harga karena pertimbangan bahan material yang naik, harga tukang yang naik, serta biaya hidup yang semakin mahal. Otomatis harga properti menjadi naik karena inflasi.

Selain itu, jumlah ketersediaan tanah berbanding terbalik dengan jumlah penduduk juga menjadi penyebab kenaikan harga rumah. Ditambah secara fakta ketersediaan lahan makin hari, makin berkurang. 

Inilah istilah yang paling tepat untuk menggambarkan ketersediaan tanah. Sementara permintaan akan hunian semakin meningkat setiap tahun. Tak pelak, angka kelahiran penduduk di Indonesia terus meningkat. Maka tak heran bila harga rumah selalu melambung.  

Dengan semakin meningkatnya pertumbuhan penduduk, otomatis kebutuhan terhadap tempat tinggal terus bertambah dari tahun ke tahun. Namun, pasokan tanah di muka bumi tidak bertambah, bahkan berkurang. Oleh karena itu, sesuai hukum supply and demand, situasi tersebut membuat kenaikan kebutuhan dan harga-harga properti dari tahun ke tahun. 

Jumlah populasi manusia di bumi yang terus membengkak dan tidak dibarengi dengan perluasan tanah membuat harga properti terus naik dari tahun ke tahun. Selanjutnya, alasan lain adalah disebebkan dari kenaikan harga material bangunan.

Seperti harga-harga kebutuhan lain, inflasi juga turut menaikkan harga bahan-bahan dasar bangunan setiap tahun. Mulai dari harga pasir, semen, batu bata, kayu, cat, dan lain-lain. Akumulasi kenaikan harga-harga bahan dasar bangunan itu ikut menaikkan harga properti setiap tahun. 

Selain itu, setiap negara sedang giat membangun. Hasil dari pembangunan itu adalah meningkatnya jumlah kelas menengah. Fakta ini juga terlihat melalui ciri terhadap rata-rata mempunyai pendidikan yang baik, juga mempunyai penghasilan yang stabil. 

Jika mereka membentuk ikatan rumah tangga, terbentuk dua orang suami-istri yang masing-masing memiliki pendapatan stabil. Mereka inilah pasar paling potensial investasi properti. Seperti memanfaatkan turunnya suku bunga dan tumbuhnya properti-properti baru yang kian menarik. 

Semakin meningkat jumlah kelas menengah seperti generasi milenial, utamanya di perkotaan, sudah tentu akan meningkatkan kebutuhan properti.  Begitulah penjelasan terkait alasan kenaikan harga rumah yang terus naik disetiap tahunnya. Smoga informasi properti ini bermanfaat.

Putri Pratiwi K

http://wartagriya.com

Related post

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *