Inilah Kondisi Antusias Pengunjung Pameran IPEX Berburu Rumah

 Inilah Kondisi Antusias Pengunjung Pameran IPEX Berburu Rumah

Direktur Utama PT Bank Tabungan Negara (BTN) Haru Koesmahargyo dan Direktur Jenderal Perumahan Kementerian PUPR Iwan Suprijanto meninjau langsung stand pameran rumah subsidi ‘Pesona Kahuripan’ di Hall A JCC Senayan. (Foto: WG)

JAKARTA, WartaGriya.Com – Inilah kondisi antusias pengunjung pameran Indonesia Properti Expo (IPEX) yang terus bersemangat berburu rumah di Jakarta Convention Center (JCC) Senayan.

“Alasan saya harus punya rumah sekarang, karena sebentar lagi harganya naik. Apalagi pemerintah kabarnya pemerintah akan segera mengumumkan kenaikan itu dalam waktu dekat,” ujar Hekto salah seorang pengunjung IPEX di JCC Senayan, Minggu (15/5/2022).

Hekto pengunjung asal Bintaro ini datang ke pameran properti bertujuan untuk berburu rumah subisidi.

“Iya mas, saya cari rumah subsidi di daerah Bogor karena dekat dengan orang tua,” tambah Hekto yang mengaku tinggal di rumah kontrakan bersama istrinya sejak 3 tahun silam.

Hekto saat ditemui distand rumah subsidi Pesona Kahuripan mengaku sangat optimis punya hunian ditahun ini karena telah mempersiapkan berkas-berkas yang menjadi persyaratan perbankan.

“Saya optimis dan yakin pengajuan KPR Subsidi bisa disetujui oleh bank BTN karena sudah mempersiapkan lengkap berkasnya yang jadi syarat bank,” tambahnya.

Dalam kesempatan itu, Hekto juga sangat berterimakasih kepada layanan program IPEX Loyalty Member (ILM).

“Sebelumnya saya ucapkan terimakasih juga kepada program ILM yang sudah memberikan layanan konsultasi gratis. Lewat program ini saya jadi tau tentang syarat dan menghitung cicilan sebelum beli rumah menggunakan skema KPR,” ujar Hekto.

Sementara itu, sedikitnya ada 225 proyek perumahan diprediksi akan dihadiri langsung oleh 50 ribu orang.

Bank BTN menargetkan potensi izin prinsip kredit pemilikan rumah (KPR) sebesar Rp 1,5 triliun pada gelaran IPEX periode bulan Mei 2022 ini.

Kemudian, pada ajang promosi dan transaksi tersebut diyakni para milenial yang mencapai lebih dari 80 juta jiwa atau mencakup 31% penduduk Indonesia.

Meskipun bagitu, belum semuanya dari para milenial itu memiliki rumah. “Berdasarkan survei dari IPEX Loyalty Members (ILM) kepada 3.600 calon pembeli bahwa sebanyak 80% adalah milenial dan hampir 90% adalah calon pembeli rumah pertama yang tersebar baik di Jabodetabek dan diluar Jabodetabek,” ucap Direktur Utama PT Bank Tabungan Negara (BTN) Haru Koesmahargyo saat opening ceremony IPEX 2022 di Jakarta, Minggu (15/5/2022).

Haru menambahkan, sebagai bank yang fokus dalam pembiayaan perumahan pastinya akan lebih memaksimalkan potensi pameran tersebut.

Terlebih, pada pagelaran IPEX juga menjadi fasilitator penyediaan pembiayaan perumahan yang layak kepada seluruh masyarakat, termasuk melalui subsidi maupun non subsidi.

Selain itu, perumahan bagi milenial mengedepankan konsep transit oriented development (TOD) yang telah dimulai sejak 2021.

Adapun kriteria model perumahan tersebut diantaranya seperti pembangunan bersifat mix concept, high density occupancy, rumah terjangkau dalam area bisnis, kawasan bisnis terjangkau, jalan setapak dan alur bersepeda, fasilitas publik, tempat parkir minim, ketersediaan bus/LTR/kereta, dan green building.

“Pada penyelenggaraan expo ini, BTN menargetkan pengunjung pameran sebanyak 50 ribu pengunjung selama delapan hari pameran. Target potensi izin prinsip KPR sebanyak Rp 1,5 triliun, yang terdiri dari KPR non subsidi Rp 900 miliar, KPR subsidi Rp 300 miliar, dan KPR syariah Rp 300 miliar. Kami juga menargetkan booking KPR dengan total nominal Rp 200 miliar,” jelas Haru.

Secara keseluruhan, IPEX 2022 diikuti oleh 41 pengembang, 11 pengembang subsidi, 30 pengembang non subsidi, dan enam peserta dari penyedia pendukung perumahan dan pengembang non asosiasi.

Proyek yang dipasarkan pada pameran ini tersebar di seluruh Jabodetabek dan beberapa kota seperti Bandung, Surabaya, dan lainnya.

Melalui event terbesar di Indonesia ini juga menawarkan sejumlah gimmick yang diharapkan bisa menjadi pendorong minat pembeli rumah.

Diantaranya suku bunga promo di tahun pertama sebesar 2,22%, pembelian di masa pameran dibebaskan biaya provisi, dibebaskan biaya administrasi, dan dibebaskan biaya appraisal.

“Jadi lengkap sudah, tanpa biaya dengan suku bunga tahun pertama yang sangat murah. Nanti juga ada pengembangan program GPM atau graduated payment mortgage bahwa cicilan akan menyesuaikan pendapatan dan kemampuan para milenial,” pungkas Haru.

Related post

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *