Inilah Penjelasan Tentang Akad Kredit KPR

 Inilah Penjelasan Tentang Akad Kredit KPR

Ilustrasi. (Foto: WG)

JAKARTA, WartaGriya.Com – Tak banyak yang paham tapi harus diketaui saat ingin pengajuan kredit rumah. Inilah penjelasan tentang akad kredit Kredit Pemilikan Rumah (KPR). Proses akad kredit sebetulnya lebih kepada penandatangan perjanjian antara bank dengan nasabah (pembeli). Setelah membawa dan menyerahkan dokumen-dokumen, syarat sah akad kredit KPR harus dihadiri oleh sejumlah pihak terkait, yaitu:

  • Pihak bank (pemberi kredit)
  • Notaris
  • Penjual
  • Pembeli (penerima kredit).

Selanjutnya, dokumen tersebut nantinya akan diperiksa notaris. Termasuk dokumen penjual, seperti sertifikat tanah, IMB, dan pajak. Bila sudah sesuai, penjual akan diberi surat tanda terima dokumen dari notaris.


1. Tandatangan perjanjian pihak bank dengan pembeli
Pihak bank dengan pembeli selaku penerima kredit meneken surat perjanjian. Dalam surat tersebut mencantumkan:

Plafon kredit yang diberikan
Tenor atau lamanya masa angsuran
Besaran cicilan per bulan
Hak dan kewajiban masing-masing.

2. Tandatangan perjanjian antara pihak penjual dengan pembeli
Proses akad kredit berikutnya, penandatangan perjanjian antara penjual (perorangan/pengembang) dengan pembeli. Poin dalam surat perjanjian tersebut menyangkut segala informasi penting rumah yang diperjualbelikan.

Meliputi harga rumah, luas tanah dan bangunan, lokasi rumah, Izin Mendirikan Bangunan (IMB), Pajak Bumi dan Bangunan (PBB), serta lainnya. Selanjutnya diteken pula Akta Jual Beli (AJB) yang sudah dibuat notaris. Selesai dengan akad kredit, selaku pembeli atau penerima kredit telah sah menjadi pemilik baru rumah yang dibeli. Bahkan bisa segera menempatinya jika rumah sudah ada atau selesai dibangun.

Putri Pratiwi K

http://wartagriya.com

Related post

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *