Investasi Rumah atau Apartemen, Inilah Perbandingannya!

 Investasi Rumah atau Apartemen, Inilah Perbandingannya!

Ilustrasi. (Foto: WG)

JAKARTA, WartaGriya.Com – Inilah perbandingan investasi antara rumah atau apartemen. Terlebih proyek pembangunan apartemen terus menjamur disejumlah kota besar hingga kota penyangga. Kemudian kondisi terbalik yaitu ketersediaan lahan untuk pengembangan hunian landed juga sangat terbatas. Kendati masih ada, namun lokasinya relatif semakin menjauh dari pusat kota.

Nah, pastinya rasa bingung memilih rumah atau apartemen untuk dijadikan sebagai investasi maupun untuk ditinggali sendiri. Terlebih pilihan itu dihadapkan pada pasangan muda yang baru menikah. Apalagi, rumah atau apartemen merupakan pilihan yang akan dijadikan aset pertama.

Tak sedikit orang yang dibuat bertanya-tanya, apakah investasi apartemen itu memang menguntungkan? Sebab, selama ini orang awam hanya tahu bahwa investasi bisa dilakukan dengan kepemilikan rumah atau tanah. Kira-kira, antara apartemen dan rumah, lebih baik yang mana, ya? Inilah beberapa keuntungan dan kerugian dari investasi apartemen dan rumah.

Nah yang menjadi perbedaan paling mendasar dalam investasi antara apartemen atau rumah adalah hak kepemilikan saja. Jika pilihannya beli apartemen, yang menjadi hak milik adalah hanya unit apartemennya saja. Sedikit mustahil untuk memiliki hak tanahnya karena harus membeli satu gedung dong?

Berbeda dengan beli rumah, bisa mempunyai hak milik atas rumah dan tanahnya. Kembali lagi pada perjanjian yang telah disepakati, ya. Jadi, selalu pastikan surat kepemilikan saat akan membeli rumah. Namun, keduanya sama-sama bisa dijadikan hunian. Namun, setiap orang mendefinisikan hunian itu dalam arti yang berbeda-beda. Umumnya, hunian lebih merujuk pada rumah tradisional yang memiliki atap genteng.

Ditambah lagi ada halaman rumah dan tetangga yang bisa diajak untuk bercengkerama. Oleh karena itu, pada akhirnya investasi sangat bergantung pada nilai emosionalnya, seperti untuk kepentingan pada hari tua. Misalnya, membeli rumah di tanah kelahiran dan bisa menempatinya kalau pensiun kelak. Bisa disewakan sebagai gambaran, nih, dapat menyewakan rumah atau apartemen dengan beberapa harga sewa. Contohnya, dikisaran Rp 80 juta-Rp 125 juta per tahun untuk rumah berukuran sekitar 120 m2 di area Jakarta Pusat dan Jakarta Selatan. 

Sementara itu, kalau melihat rate di area Jakarta Utara, untuk luas rumah mulai dari 150 M2 sewanya adalah Rp 90 juta-Rp 130 juta per tahun. Apabila memiliki rumah seluas 100 m2 di Jakarta Barat, maka dapat disewakan sekitar Rp 30 juta-Rp 50 juta tiap tahunnya. 

Kemudian, apabila dilihat-lihat lagi nih, memang harga sewa di Jakpus dan Jaksel lebih tinggi dibandingkan dengan harga  tempat lain pasti sudah maklum ya, karena itu dampak domino yang disebabkan harga tanah/rumah dikawasan itu memang jauh lebih tinggi.

Inilah untuk rata-rata harga sewa rumah yang terjadi di Jakarta dan beda lagi untuk harga sewa apartemen.  Dibandingkan dengan rumah, harga sewa apartemen tentu lebih tinggi. Khususnya, untuk para eksekutif yang menghabiskan waktunya untuk beraktivitas di pusat kota.

Misalnya, apartemen dikawasan Thamrin ataupun Sudirman harga sewa dibandrol mulai Rp 10 juta per bulan untuk 2 kamar tidur.  Apartemen yang lokasinya berada di pinggiran seperti Kebagusan dan Kalibata tak kalah ramainya.

Sebagai gambarannya, harus membayar sewa sebesar Rp 2,5 juta per bulan untuk menyewa studio unfurnished. Dan harus membayar sekitar Rp 5 juta per bulan untuk 2 kamar tidur semi-furnished. Kalau mencari di Jakarta Barat, harga sewanya adalah Rp 2 juta per bulan untuk ukuran studio.

Selanjutnya, jika berencana untuk investasi rumah tradisional, maka harus siap untuk mempekerjakan tukang ataupun melakukan perawatan rumah sendiri. Misalnya, mengecek instalasi listrik, kebersihan halaman, PAM, saluran air, dan lainnya. Khususnya nih, saat rumah belum berpenghuni.

Sementara itu, lain cerita jika memutuskan untuk investasi apartemen maka bisa lebih santai. Pihak pengembang akan mengurus segala perawatan dan penghuni cukup membayar ongkos perawatan. Misalnya saja ada suatu kerusakan, maka penghuni tinggal menghubungi si pengembang.

Ongkos perawatannya cukup bervariatif. Perkiraannya adalah bisa membayar sekitar Rp 200 ribu-Rp 300 ribu tiap bulannya untuk satu unit di Kalibata. Satu lagi nih, saat pertama kali menyewa biasanya harus tetap ‘mempermak’ apartemen tersebut seperti halnya mengecat ulang.

Keuntungan dari investasi apartemen adalah bisa mendapatkan berbagai fasilitas. Misalnya saja, kolam renang, taman bermain anak, tempat gym. Jika rumah hunian, kadangkala fasilitasnya jauh lebih sedikit. Seperti hanya taman bermain anak-anak saja. Dan masih jarang menjumpai rumah yang sudah dilengkapi fasilitas kolam renang dan gym.

Inilah sedikit gambaran tentang perbandingan investasi rumah ataupun apartemen. Jika memang tertarik untuk investasi properti, kamu bisa lho Subsribe sekarang diwebsite official Indonesia Properti Expo untuk menemukan beragam jenis artikel menarik, insights, dan tips seputar industri properti melalui email Anda. Dapatkan juga informasi proyek terbaru dan diskon-diskon properti menarik.

Amin Hidayat

Related post

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *