Isentif PPN DTP Diperpajang 6 Bulan, Tapi Belum Bisa Diterapkan!

 Isentif PPN DTP Diperpajang 6 Bulan, Tapi Belum Bisa Diterapkan!

Rumah stok ready yang diharapkan bisa ikut memanfaatkan kebijakan isentif PPN DTP 2022. (Foto: dok.WG)

JAKARTA, WartaGriya.Com – Isentif Pajak Pertambahan Nilai (PPN) Ditanggung Pemerintah (DTP) yang telah diumumkan diperpanjang hanya 6 bulan kedepan, tapi sampai saat ini belum bisa diterapkan.

Pasalnya, hingga saat ini masyarakat calon pembeli properti khususnya bagi pemanfaat kebijakan itu masih menunggu surat keputusan dari Peraturan Menteri Keuangan (PMK) yang baru.

“Kebijakan itu belum bisa dimanfaatkan oleh konsumen, karena masih menunggu surat keputusan dari PMK. Lembar surat itu sangat penting agar bisa dilampirkan pada pengajuan proses bank,” jelas Senior Property Advisor PT. Indokarya Recta Propertindo Reza Zani, saat ditemui diproyek Kemang Verde Residence, Bogor, Jawa Barat, baru-baru ini.

Selain itu, masih dikatakan Reza, alasan perpanjangan hanya berlaku selama enam bulan kedepan tersebut diharapkan mampu mendorong pemulihan secara industri maupun ekonomi Nasional.

Kendati demikian, terdapat penerapan aturan baru yaitu besaran insentif yang diberikan pemerintah dikurangi 50 persen dari jumlah yang didapatkan pada tahun 2021.

Selain itu, penyerahan rumah tapak atau rumah susun baru diterapkan untuk harga jual paling tinggi Rp 2 miliar, rencananya hanya akan diberikan insentif PPN DTP sebesar 50 persen.

Selanjutnya, untuk penyerahan rumah tapak dan rumah susun dengan harga jual di atas Rp 2 miliar hingga Rp 5 miliar, insentif PPN DTP yang diberikan 25 persen.

Padahal pada aturan sebelumnya, Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 103/2021 insentif PPN DTP 100 persen diberikan atas penyerahan rumah tapak atau rumah susun baru dengan harga jual paling tinggi Rp 2 miliar.

Sedangkan insentif PPN DTP 50 persen diberikan untuk pembelian rumah tapak dan rumah susun dengan harga jual di atas Rp 2-5 miliar. Tapi, aturan ini hanya berlaku hingga 31 Desember 2021 lalu.

Terkait perpanjangan isentif PPN DTP yang telah diumumkan, hingga informasi ini diterbitkan belum bisa direalisasikan dilapangan karena masih menunggu terbitnya PMK terbaru 2022.

Related post

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *