Jadilah Developer Cerdas, Manfaatkan Kebijakan PPN Sektor Properti

 Jadilah Developer Cerdas, Manfaatkan Kebijakan PPN Sektor Properti

Antusias masyarakat investasi di proyek hunian Wartawangsa Residence. (Foto: dok.wartawangsaresidence)

JAKARTA, WartaGriya.Com – Jadilah pengembang perumahan atau developer yang cerdas, dengan memanfaatkan peluang melalui perpanjangan kebijakan isentif pajak pertambahan nilai (PPN) atas rumah ditanggung pemerintah (DTP) pada 2022.

Hal tersebut diungkapkan Vice President – PT. Adhouse Clarion Events Gad Permata, jelang pagelaran event terbesar Indonesia Properti Expo (IPEX) yang akan berlangsung mulai 19 – 27 Februari 2022 di Jakarta Covention Center (JCC) Senayan mendatang.

“Pameran ini menjadi ajang untuk meningkatkan penjualan properti sekaligus menjadi barometer pulihnya disektor real esate,” tegas Gad Permata, saat ditemui diruang kerjanya, Rabu (5/1/2022).

Menurutnya, disepanjang 2021 kinerja sektor properti kembali berada di zona positif 9,53% atau telah berkontribusi 5,9% terhadap penerimaan pajak.

Terlebih pemerintah pada tahun lalu juga memberikan insentif PPN rumah DTP yang dimanfaatkan oleh 941 pengembang. “Hal itu juga diumumkan oleh Kementerian Keuangan dengan nilai pemanfaatan insentif tersebut tercatat Rp790 miliar,” ujar Gad Permata.

Secara terpisah, Direktur Marketing PT. Pimamas Adi Mahmudi mengaku sangat optimis pasar properti kembali pulih. “Tahun ini merupakan kebangkitan industri properti sebagai pendongkrak pemulihan ekonomi di Indonesia. Fakta itu juga terbukti melalui tingginya permintaan hunian di proyek hunian Wartawangsa Residence,” katanya.

Lebih lanjut dikatakan Adi Mahmudi, perberian insentif PPN DTP yang dilanjutkan hingga bulan juni 2022 menjadi kesempatan masyarakat memiliki rumah impian dengan potongan pajak. “Disamping itu ketentuan PPN DTP tahun ini juga berlaku untuk pembelian properti inden atau sedang dalam pembangunan,” tambahnya.

Ia menambahkan, peluang ini sebetulnya cukup positif terlebih aturan baru untuk memanfaatkan isentif PPN berlaku pada rumah atau apartemen inden.

“Bagi masyarakat yang sedang mencari hunian saat ini waktu yang sangat tepat untuk beli properti. Apalagi, penerapan PPN dinaikan menjadi 11% bakal membuat harga properti menjadi tinggi untuk tahun-tahun berikutnya,” pungkas Adi Mahmudi.

 

Related post

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *