Jika Dibandingkan, Tanah, Rumah, Apartemen, Investasi Mana Yang Paling Menguntungkan? Ini Penjelasannya!

 Jika Dibandingkan, Tanah, Rumah, Apartemen, Investasi Mana Yang Paling Menguntungkan? Ini Penjelasannya!

Ilustrasi.

JIKA dibandingkan antara tanah, rumah dan apartemen, investasi mana yang paling menguntungkan?

Apalagi, investor properti tak jarang dibingungkan dengan pilihan jenis investasi properti tersebut.

Kendati, ketiga pilihan itu sering menjadi batu sandungan investor yang hendak memulai kiprahnya, tapi tak jarang mereka lama berpikir hanya untuk menilai mana yang harus dipilih.

Meskipun, semuanya akan untung juga. Tapi toh, bukan di situ kunci pertanyaannya.

Satu hal yang sering dipermasalahkan, lebih untung mana? Investor baru, terbilang maunya langsung dapat profit besar, kalau bisa dengan risiko minim.

Nah, jika memiliki tipikal investor seperti itu, memilih investasi tanah bisa jadi opsi paling mudah.

Investasi Tanah Lebih Menguntungkan

Pada dasarnya, lebih dari 50 persen nilai properti berada pada tempat berpijak.

Dengan kata lain, kenaikan harga properti ditentukan dari seberapa tinggi harga tanah tersebut.

Ya, aturan ini adalah pedoman umum sekaligus pemahaman dasar dalam investasi properti.

Tanah dianggap sebagai aset karena nilainya terus meningkat.

Sementara bangunan, walau juga dianggap sebagai aset, tapi nilainya bisa mengalami depresiasi.

Tak pelak, bangunan sendiri mempunyai rentang kehidupan hanya sekitar 40 tahun.

Setelah itu, harus dibangun ulang atau renovasi agar pondasinya dapat berdiri secara prima.

Buat investor pemula, perlu dipahami bahwa sebetulnya, kekayaan properti berasal dari tanah.

Bangunan hanya berfungsi sebagai sarana mendapatkan nilai sewa, juga menutup biaya yang harus dibayarkan saat memiliki tanah.

Namun demikian, investasi tanah lebih minim biaya dibandingkan memiliki rumah atau apartemen.

Jika investor tanah harus membayar PBB dan membayar pagar agar tidak dicomot orang, maka mereka yang punya apartemen atau rumah akan dikenakan biaya tambahan lain.

Sebagai contoh, harus mengeluarkan biaya listrik, air, dan kebersihan bulanan untuk rumah.

Sementara apartemen, mesti menyiapkan service charge serta sinking fund.

Persaingan Minat Antara Tanah, Rumah, dan Apartemen

Jika membahas investasi rumah, mesti paham cara menghitung Land Content Racio (LCR).

Berdasarkan LCR, luas antara tanah dan bangunan minimal harus 2 banding 1.

Sebagai contoh, jika luas tanah 400 meter persegi, maka ideal bangunan harus seluas 200 meter persegi.

Karena jika bangunan harus dirobohkan, maka investasi tersebut tidak akan buyar semua.

Lantas ketika hendak investasi apartemen, harus mempertimbangkan pasar sewa.

Selama masih ada potensi, maka perputaran uang bisa menguntungkan.

Jika dirasa tidak, maka jangan coba-coba!

Perlu diakui bahwa sewa adalah satu-satunya poin keunggulan investasi apartemen dibandingkan rumah dan tanah.

Nilai sewa apartemen selalu lebih tinggi dibandingkan rumah dan tanah.

Tetapi, peningkatan harganya pasti dan akan selalu lebih kecil.

Berarti tanah lebih menguntungkan dong? Belum tentu juga!

Asal paham cara mainnya, pasti bisa meraup pundi-pundi dari ketiga pilihan investasi di atas.

Maka dari itu, disarankan agar memperhitungkan secara bijak.

Digiqole ad

Putri Pratiwi K

http://wartagriya.com

Related post

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *