Kenali 8 Poin Penting, Saat Ingin Beli Rumah

 Kenali 8 Poin Penting, Saat Ingin Beli Rumah

Ilustrasi. (Foto: WG)

JAKARTA, WartaGriya.Com – Kredit Pemilikan Rumah atau yang lebih familiar disebut KPR adalah salah satu cara alternatif bagi orang yang ingin memiliki rumah sendiri tapi anggaran terbatas.

Dengan dibantu oleh pihak Bank kita jadi lebih mudah untuk punya rumah sendiri tanpa menunggu tabungan mencukupi. Tak heran jika sistem yang sangat menguntungkan ini digunakan oleh banyak orang untuk mewujudkan rumah impian.

Nah, buat kamu yang berencana membeli rumah dengan cara KPR, lebih baik pahami dulu berbagai istilah KPR yang belum banyak diketahui orang berikut ini. Daripada nanti saat di bank celingak-celinguk karenga nggak tahu maksud istilahnya, mendingan mulai pelajari dari sekarang. Hal ini juga akan memudahkan kamu dalam memproses KPR di bank, lho.

SUKU BUNGA
Pada dasarnya suku bunga dalam KPR sama dengan suku bunga dalam pinjaman biasa. Hal ini ditunjukkan dalam bentuk persentase. Perlu diketahui bahwa secara istilah suku bunga adalah kompensasi yang diberikan nasabah kepada pihak bank atas pinjaman atau investasi yang sudah diberikan.

Besarnya suku bunga dalam sistem KPR ini berbeda-beda tergantung dari bank yang memberikan pinjaman. Biasanya suku bunga dibayarkan berbarengan dengan cicilan per bulannya.

INSTANT APPROVAL
Instant approval sebenarnya sama seperti pengajuan KPR pada umumnya, yang membedakan hanya pada prosesnya yang lebih singkat dan cepat. Biasanya instant approval ini ditawarkan saat bank dan developer sedang menggelar pameran.

Dalam hal ini pembeli atau nasabah nantinya hanya perlu menyiapkan KTP, SPR (Surat Pemesanan Rumah), dan NPWP (Nomor Pokok Wajib Pajak). Jika dokumen tersebut sudah siap maka selanjutnya hanya perlu dilakukan proses BI Checking.

TURUN PLAFON
Plafon disini bukan menggambarkan langit-langit rumah ya. Istilah plafond dalam sistem KPR maksudnya adalah jumlah total pinjaman yang diberikan oleh bank kepada nasabah. Jumlahnya bisa beda-beda tergantung dari bank pemberi pinjaman dan status nasabah itu sendiri. Status nasabah ini akan muncul setelah dilakukan BI Checking oleh pihak bank.

Nah, kalau turun plafon artinya adalah jumlah pinjaman yang dicairkan lebih kecil dari nilai yang diajukan. Biasanya hal ini terjadi karena beberapa hal termasuk pendapat dan riwayat keuangan nasabah. Hal ini akan berakibat jumlah DP yang harus dibayarkan ke pihak Bank jadi lebih banyak.

BI CHECKING
BI Checking adalah pemeriksaan riwayat kredit nasabah berdasarkan data di BI (Bank Indonesia). Nasabah yang sudah pernah punya tunggakan di bank manapun nantinya akan ketahuan melalui sistem ini. Biasanya orang yang masuk ke daftar hitam BI akan kesulitan mengambil pinjaman lagi termasuk KPR.

Biar kamu nggak penasaran, cek dulu riwayat kreditmu berdasarkan skor yang diberikan oleh BI berikut ini.

  • Skala 1 : Kualitas kredit baik (nasabah tidak pernah menunggak cicilan)
  • Skala 2 : Kredit Dalam Perhatian Khusus (nasabah tercatat pernah punya tunggakan cicilan sampai 90 hari)
  • Skala 3 : Kredit tidak lancar (nasabah tercatat pernah punya tunggakan cicilan sampai 120 hari)
  • Skala 4 : Kredit diragukan (nasabah tercatat pernah punya tunggakan cicilan sampai 180 hari)
  • Skala 5 : Kredit macet (nasabah tercatat pernah punya tunggakan cicilan lebih dari 180 hari).

SP3K
SP3K adalah Surat Penegasan Persetujuan Penyediaan Kredit. Surat ini biasanya dikeluarkan oleh bank jika pengajuan kredit KPRmu diterima.

Nantinya didalam SP3K ini tertera hal-hal yang berkaitan dengan KPR termasuk jumlah pinjaman dan cicilan per bulan. Kamu bisa bernapas lega jika surat ini sudah ada di tanganmu.

Namun jangan lengah, karena SP3K ini ada masa berlakunya jadi kamu harus akad sebelum masa berlaku itu habis. Perlu diketahui setiap bank punya kebijakan sendiri-sendiri atas masa berlaku SP3K.

Seperti di BTN masa berlakunya 3 bulan, BNI juga 3 bulan, sedangkan Mandiri dan CIMB Niaga 1 bulan. Jadi harus perhatikan baik-baik ya. Karena kalau sampai terlambat, kamu harus mengajukan ulang ke bank. Dan kemungkinan terburuknya, plafond juga bisa ikut turun.

AKAD
Sama seperti pernikahan, dalam jual beli rumah juga ada akadnya, lho. Tapi jangan dibayangin akad yang ada penghulu dan maharnya ya. Karena istilah akad yang dimaksud disini adalah pernjanjian antara pihak Bank dan nasabah dalam proses KPR.

Nantinya kedua belah pihak akan membuat komitmen bersama yang menyatakan bahwa masing-masing akan melaksanakan hak dan kewajiban sesuai dengan ketentuan yang telah disepakati. Jika komitmen ini dilanggar oleh salah satu pihak, maka akan ada sanksi yang dikenakan.

BIAYA KPR
Selain DP dan cicilan masih ada biaya KPR yang harus kamu bayarkan saat membeli rumah, lho. Biasanya orang yang baru pertama kali beli rumah lupa memikirkan tentang biaya KPR ini. Padahal kalau ditotalkan jumlahnya juga lumayan banyak.

Seperti, biaya notaris, pajak penjualan dan pembelian, biaya provisi, biaya asuransi jiwa, dan biaya asuransi rumah.

Tapi tenang aja, ada beberapa perumahan yang menawarkan promo menarik dengan memberikan Free Biaya KPR seperti di Perumahan Permata Bogor Residence. Kamu jadi mendapatkan untung banyak karena tidak perlu membayar biaya KPR tersebut.

UANG MUKA
DP (Down Payment) atau yang lebih familiar disebut uang muka adalah sejumlah uang yang dibayarkan nasabah sebagai tanda dimulainya pembayaran awal pembeli kepada penjual.

Besaran DP untuk masing-masing rumah berbeda-beda tergantung dari bank yang menyetujui KPR. Nantinya DP ini akan diberikan kepada pihak developer sebagai pembayaran awal.

Biasanya jumlah DP yang diminta sangat bervariasi dari total harga rumah. Namun ada juga beberapa rumah yang menawarkan DP ringan seperti di Kemang Verde Residence.

Hunian tersebut bisa dimiliki konsumen nggak perlu menyiapkan uang muka besar karena ada banyak promo menarik yang ditawarkan, seperti DP 3 Juta All In langsung akad, subsidi biaya KPR sampai Rp.12 Juta, serta gratis biaya AJB, PPN, dan biaya BPHTB.

Related post

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *