Kenali Fasilitas KPR Sebelum Beli Rumah!

 Kenali Fasilitas KPR Sebelum Beli Rumah!

Ilustrasi. (Foto; WG)

JAKARTA, WartaGriya.Com – Agar tak merasa was-was ketika nyicil kredit rumah sebaiknya kenali terlebih dulu tentang fasilitas KPR.

Fasilitas kredit rumah ini sebenarnya banyak membantu bagi generasi milenial yang belum punya hunian sendiri.

Karena dengan skema kredit rumah, Sobat WG tidak perlu menambung dalam kurun lama hanya untuk menunggu uang besar.

Melalui fasilitas pembiayaan perbankan, atau kredit rumah ini terbilang sangat fleksibel.

Tak perlu punya uang bernilai banyak, kredit rumah juga bisa disesuaikan dengan kemampuan kondisi financial Sobat WG loh.

Bahkan jumlah cicilan pada kredit rumah, tenor masimum hingga kisaran uang muka juga bisa dilakukan negoisasi sesuai kebijakan masing-masing bank.

Hindari Nyicil Langsung ke Pengembang

Maraknya penawaran dengan iming-iming layanan kemudahan dalam proses kredit rumah, tapi hindari skema nyicil langsung kepada pengembang.

Apalagi sekarang banyak yang menggunakan Istishna yaitu jual beli dengan persyaratan tertentu sesuai kesepakatan.

Memang secara prosedur kredit rumah, calon konsumen tetap melalui surat pemesanan pembelian rumah (SPPR), kemudian ditandatangani dan disetujui pengembang.

Namun cara tersebut lebih memiliki potensi resiko, karena tidak melibatkan bank, ansuransi maupun melewati proses BI Checking.

Tak hanya itu, dari sisi konsumen juga mempunyai resiko gagal bayar karena tanpa melakukan self assessment untuk mengukur kemampuan finansial.

Kemudian, ketika terjadi sengketa pada kredit rumah tersebut kemana harus mengadu? Terlebih sengketa ternjadi hanya antara konsumen dan pengembang.

Apalagi sejak awal transaksi pada proses kredit rumah tak melibatkan peranan Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Nah, ada catatan yang Sobat WG harus dicermati yaitu memastikan apakah fasilitas kredit rumah itu apakah sudah aman?

Karena dibalik itu ada istilah syarat dan ketentuan tetap berlaku.

Dalam hal ini, disarankan sebelum melakukan transaksi atau kredit rumah agar Sobat WG tetap memperhatikan track record pengembang.

Pasalnya, tak sedikit pengembang dalam transaksi kredit rumah yang ingkar janji hingga mengecewakan konsumen.

Pengaduan Konsumen Properti

Menurut data yang dilansir website resmi OJK ada beberapa kasus dalam pengaduan pada sektor bisnis properti.

Diantaranya seperti pemberian hak tak sesuai dengan penawaran, penolakan pengajuan KPR, hingga ingkar janji atau wanprestasi.

Dalam kasus kredit rumah yang tak sesuai dengan penawaran, indikasinya adanya dugaan penggelembungan harga.

Misalnya harga yang berubah dari penawaran awal karena unit rumah dengan harga lama sudah terjual habis.

Kemudian untuk kasus penolakan pengajuan kredit rumah kepada bank biasanya terjadi karena konsumen sudah bayar uang muka sebelum KPR disetujui.

Berdasarkan keluhan konsumen, uang yang telah disetorkan sebagai down payment atau uang muka sulit di refund dengan alasan berbelit.

Waspadai Pengembang Ingkar Janji

Selain itu, dalam kasus kredit rumah tak sedikit pengembang ingkar janji misalnya mulai dari kualitas bangunan, hingga realisasi bangunan yang tak sesuai spesifikasi yang dijanjikan.

Bahkan dalam kasus kredit rumah ada sertifikat yang diberikan tak sesuai yang ditawarkan.

Misalnya pengembang menjanjikan sertifikat hak milik (SHM) tapi ternyata dikemudian hari diberikan hanya sertifikat hak guna bangunan (SHGB).

Dalam sengketa kredit rumah, tak sedikit juga terjadi gagal bangun setelah cicilan berlangsung yang disebabkan izin proyek bermasalah dengan dinas terkait.

Kendati demikian, dalam proses kredit rumah tak semua pengembang berbuat nakal.

Tak Semua Pengembang Nakal

Banyak juga pengembang perumahan yang bisa mewujudkan keinginan Sobat WG hingga punya rumah.

Sebelum mengajukan kredit rumah, disarankan Sobat WG menghitung kemampuan bayar cicilan per bulannnya.

Kiat agar cicilan kredit rumah tetap lancar idealnya ada uang lebih 30 persen dari total gaji.

Apalagi punya uang lebih saat kredit rumah, bisa membayar uang muka lebih besar untuk memperingan cicilan bulanan.

Sobat WG harus bisa memastikan penawaran benar-benar sesuai pada brosur, leaflet atau iklan.

Karena Selesman properti akan melakukan beragam cara untuk menarik konsumen hingga tertarik untuk mengajukan kredit rumah.

Kemudian, sebelum pengajuan kredit rumah mintalah penjelasan dari bank maupun pengembang terkait biaya-biaya lain yang harus dipersiapkan.

Misalnya seperti biaya provisi, pajak, asuransi jiwa, asuransi kebakaran, serta biaya appraisal dan notaris.

Ditengah masa kredit rumah ternyata memiliki uang lebih, Sobat WG disarankan agar melakukan top up atau bahkan bisa melunasi.

Langkah itu sangat efektif untuk mengurangi suku bunga berjalan yang telah diperhitungkan pada tenor saat pengajuan kredit rumah.

Waspadai Kredit Rumah Bodong

Dalam mewujudkan impian punya hunian layan huni, namun harus tetap berhati-hati dan mewaspadai kredit rumah bodong.

Sobat WG sebagai pemula apalagi beli rumah pertama wajib hukumnya mengetahui ciri-ciri pengembang bodong.

Salah satu cara mendeteksi yaitu mencari tahu rekam jejak pengembang tersebut.

Dengan begitu Sobat WG bisa mempertimbangkan serta menilai apakah pengembang itu bertanggung jawab atau tidak dalam proses kredit rumah nanti.

Kemudian dalam kredit rumah juga perhatikan legalitas sertifikat dan izin mendirikan bangunan (IMB).

Pada sertifikat pastikan sudah pecah perkavling jadi ketikan sudah sold out akan lebih mudah langsung proses balik nama ke konsumen.

Selain itu, Sobat WG harus minta penjelasan kepada pengembang untuk memastikan estimasi jangka waktu proses balik nama sertifikat kepada konsumen.

Dalam pengajuan kredit rumah jangan melakukan transaksi seperakpun, kecuali hanya bayar booking fee sebelum KPR disetujui oleh bank.

Sobat WG juga harus memperhatikan beberapa poin penting yang menjadi kewajiban pengembang.

Langkah dalam kredit rumah ini, untuk antisipasi apabila terjadi wanprestasi. Pasalnya, kredit rumah dengan uang besar paling rentan resiko kerugian dikemudian hari.

Oleh karena itu, harus lebih cermat dalam memperhatikan poin-poin penting pada Perjanjian Pengkiatan Jual Beli (PPJB) sebelum tandatangan berita acara serah terima rumah tersebut.

Yang tak kalah penting yaitu menjadwalkan tandatangan akta jual beli (AJB).

Setelah proses PPJB, Sobat WG wajib memastikan jadwal proses selanjutnya yaitu tandatangan AJB yang menjadi bukti sah atas hak tanah dan bangunan sudah beralih kepada konsumen.

Proses AJB ini harus dilakukan bersama pengembang dihadapan Pejabat Pembuat Akta Tanah (PPAT).

Dalam proses kredit rumah disarankan tidak bertransaksi di bawah tangan. Hal ini sangat beresiko besar karena menimbulkan kerugian dikemudian hari.

Lakukan sesuai prosedur diatas sesui hukum, apabila kredit rumah yang menjadi obyek masih dijaminkan di bank, lakukan pengalihan kredit dan di buat AJB di hadapan notaris.

Memilih pengembang terpercaya, memang tidak mudah. Pastikan kredibilitas developer dengan mencari rekam jejaknya.

Apabila masih ragu, disarankan lebih banyak menggali informasi kepada teman, saudara, bahkan disarankan bertanya kepada yang berkompeten.

Pastikan berpikir matang dan jangan ambil keputusan secara instan apabila tidak ingin terjebak yang dihadapkan pada kerugian yang lebih besar.

Ketika, beli properti jangan tergiur dengan kualitas bangunan maupun investasi bernilai tinggi.

Namun, memperhatikan legalitas properti jauh lebih penting dalam bertransaksi. Selamat mencoba ya!

Related post

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *