Konsumen ‘Patahkan’ Mitos Housing Bubble di Indonesia

 Konsumen ‘Patahkan’ Mitos Housing Bubble di Indonesia

Ilustrasi. (Foto: WG)

JAKARTA, WartaGriya.Com – Masyarakat konsumen tetap merasa aman berinvestasi properti ditengah masa pandemi, hal tersebut sekaligus ‘mematahkan’ mitos housing bubble di Indonesia.

Housing bubble merupakan pembengkakan harga properti atau kenaikan harga rumah yang disebabkan beragam faktor. Nah oleh sebab itu, tak sedikit konsumen yang semakin paham serta tak terburu-buru beli rumah hanya karena isu bahwa harga properti akan terus meroket.

BACA JUGA: Kawasan Depok Masih Incaran Pembelian Rumah Tapak

Untuk memahami tentang housing bubble, juga harus mengetahui terkait penyebab yang dipicu terjadinya peningkatan permintaan.

Di hadapan pasokan perumahan yang terbatas, housing bubble adalah kemungkinan terjadi.
Spekulan mengalirkan uang ke pasar, sehingga meningkatkan permintaan. Ketika permintaan menurun atau stagnan dan pada saat yang sama penawaran meningkat, maka terjadilah penurunan harga yang tajam.

BACA JUGA: Hari Kejepit, Layanan BPN Depok Digeruduk Warga

Nah fenomena seperti ini yang menyebabkan apa itu housing bubble tidak akan bertahan, dan pada satu titik, keadaan gelembung ini akan pecah. Selain itu, gelembung perumahan alias housing bubble adalah peristiwa sementara, tapi bisa berlangsung selama bertahun-tahun.

Biasanya, peristiwa ini disebabkan oleh sesuatu di luar norma seperti permintaan, spekulasi, tingkat investasi yang tinggi, atau kelebihan likuiditas hingga berdampak pada harga rumah yang tidak berkelanjutan. Nah, fenomena seperti ini juga mengarah pada peningkatan permintaan versus penawaran.

Related post

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *