Merespons Kegagalan Agar Tetap Bisa Punya Rumah

 Merespons Kegagalan Agar Tetap Bisa Punya Rumah

Ilustrasi. (Foto: WG)

JAKARTA, WartaGriya.Com – Tak semua orang memahami bagaimana merespon kegagalan agar tetap bisa mewujudkan punya rumah sendiri. Terlebih kegagalan itu sangat lazim dalam kehidupan. Tapi tak semua orang mampu melawan kegagalan tersebut, justru cenderung merasa kecewa atas usaha dan perjuangannya yang berakhir sia-sia.

BACA JUGA: Tak Punya Uang Bisa Beli Rumah? Begini Caranya!

Bahkan, bila kondisi itu terjadi banyak orang juga ikut berhenti untuk berjuang karena sudah kecewa dengan kenyataan yang selalu gagal tersebut. Nah, hal itu juga bisa terjadi pada saat pengajuan Kredit Pemilikan Rumah (KPR) ketika gagal karena dirijek oleh pihak bank.

Tapi yang terpenting yaitu intensitas kekecewaan tersebut menjadi larut dalam kekecewaan karena tentunya akan membuat menyerah dengan keadaan. Cobalah memberikan batasan dalam diri sehingga bisa berkembang.

BACA JUGA: Begini Cara Renovasi Rumah Jika Tak Punya Modal

Ditambah lagi, melihat pencapaian orang lain yang sudah tinggi sangatlah tidak dianjurkan. Misalnya, rekan seperjuangan bisa lolos mendapat persetujuan bank untuk pengajuan KPR hingga saat ini bertambah makin sukses sampai merenovasi rumahnya dengan mewah.

Melihat kondisi tersebut bukan malah termotivasi, tapi akan cenderung minder sebab sudah kalah start. Sikap tersebut tentunya malah akan membuat mudah berhenti dalam memperjuangkan agar bisa punya rumah sendiri. Terlebih lagi merasa pasrah dengan keadaan sebab semuanya sudah terlalu terlambat untuk dimulai. Agar hal buruk semacam itu tidak terjadi, alangkah lebih baik jika fokus terhadap jalan hidup sendiri saja.

BACA JUGA: PPKM Darurat Tak Pengaruhi MBR Punya Rumah

Ketika kegagalan itu baru saja dialami, cobalah untuk mengakhiri rasa kecewa karena pengajuan KPR ditolak oleh bank secara berlahan. Mulailah melangkah tegar kedepan dengan tujuan bisa memiliki rumah sendiri. Kendati beranjak dari kegagalan yang pahit memang sangat sulit, namun harus tetap dilakukan. Misalnya, bisa melakukan intropeksi diri sampai evaluasi kelengkapan berkas-berkas yang akan diajukan KPR selanjutnya. Lakukan perbaikan mulai dari proses booking fee, pemberkasan, tahap pengajuan KPR, hingga tahap interview oleh pihak bank.

Biasanya keberhasilan itu tergantung bagaimana dirinya dalam berjuang. Pola pikir positif juga sangat berpengaruh pada tingkat keberhasilan nanti. Meskipun kali ini perjuangan menghasilkan output yang buruk, namun tetaplah berusaha untuk berpikir positif. Hal itu pasti akan membuat harapan selalu muncul dari dalam pikiran.

BACA JUGA: Hindari Sengketa, Saat Beli Rumah Pertama

Tak dapat dipungkiri, sejatinya hidup itu memang membutuhkan pengorbanan materi. Agar hal itu bisa terpenuhi, harus memiliki pekerjaan ataupun pencapaian agar bisa mendapatkan gaji. Gaji tersebut bisa digunakan untuk kebutuhan hidup sehari-hari serta 30% dari total penghasilan bisa dimanfaatkan untuk cicilan kredit rumah.

Apabila kegagalan itu masih dialami, cobalah untuk tetap tenang dan berusaha meraih hasil lebih baik lagi. Anggaplah sebuah keberhasilan sebagai kunci dalam bertahan hidup dan jadikan patokan, pasti tidak akan ada pikiran untuk menyerah sebab hidup harus tetap berjalan.

Selain itu, kegagalan memang terkadang bisa mendorong untuk menyerah dengan keadaan. Tapi hal itu tidak boleh dilakukan sebab sejatinya manusia harus bisa meraih goals hidupnya meskipun tidak sesuai espektasi.

Related post

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *