Milenial Paling Prospektif di Pasar Properti 2021

 Milenial Paling Prospektif di Pasar Properti 2021

Ilustrasi. (Foto: WG)

JAKARTA, WartaGriya.Com – Milenial paling prospektif di pasar properti 2021. Pasalnya, preferensi konsumen dalam membeli produk properti, tentunya tak bisa dilepaskan dari kelompok umur atau generasi kelahiran. 

Milenial properti tentu bagi yang lahir di awal 1980-an sampai dengan pertengahan 1990-an menjadi konsumen terbesar berbagai produk yang dipasarkan saat ini, tak terkecuali properti. 

Menggaet konsumen properti dari generasi milenial boleh dibilang cukup menantang. Terlebih, generasi tersebut dikenal sebagai generasi yang masih belum menjadikan properti menjadi salah satu hal yang penting. Alih-alih mengumpulkan aset, termasuk di antaranya properti seperti generasi sebelumnya, mereka lebih memilih untuk mengoleksi pengalaman.

Milenial properti punya kecenderungan menghabiskan uangnya untuk bepergian mencari pengalaman, baru mengumpulkan uangnya untuk membeli rumah atau apartemen untuk tempat tinggal. Kendati demikian, bukan berarti generasi milenial tak punya keinginan untuk beli properti atau mempunyai tempat tinggal sendiri. 

Selain terkendala harga properti yang dari tahun ke tahun merangkak naik, ternyata banyak di antara mereka yang belum juga membeli tempat tinggal lantaran belum menemukan rumah atau apartemen yang cocok.

Cek Reputasi Pengembang

Tak bisa dipungkiri nama pengembang (developer) juga menjadi alasan kuat yang dapat meyakinkan calon pembeli memutuskan bertransaksi. Pasalnya, suatu pengembang bisa terkenal bukan tanpa alasan. Masyarakat telah memiliki ekspektasi tertentu ketika mendengar nama developer terkenal, entah itu dari kualitas yang sudah teruji atau faktor keamanan kalau properti yang dipesan bukan bagian dari penipuan terstruktur.

Para pengembang besar juga cenderung lebih bisa dipercaya karena jika kualitas yang dijual tidak sesuai, nama baik yang sudah dibangun lah yang jadi taruhan. Reputasi developer menentukan apakah pembangunan akan diselesaikan dengan baik, karena mereka akan berupaya sekuat tenaga untuk menyelesaikan komitmen terhadap pembeli untuk menjaga reputasi mereka.

Cari Properti di Daerah Underdeveloped

Syarat pertama untuk mendapatkan capital gain dari investasi properti adalah mencari lokasi yang tepat. Dalam hal ini di area yang belum terbangun dalam segi infrastruktur maupun fasilitas penunjang. Pasalnya, di daerah ini biasanya harga properti jauh lebih murah dibandingkan dengan properti di daerah yang sudah lengkap fasilitasnya.

Dengan mendapatkan daerah yang tepat, potensi kenaikan nilai dari properti bisa berkisar antara 2-3 kali lipat dari modal beli. Sehingga, properti bisa dijual kembali di harga pasar ‘lumayan’ saat daerah sudah ramai penghuni.

Cari Waktu yang Tepat

Membeli di saat yang tepat menjadi alasan lain yang harus masuk dalam kalkulasi calon investor. Waktu pembelian akan menentukan di harga berapa properti dapat dikantongi. Ada dua waktu yang tepat untuk membeli properti, pertama saat pre-sale ketika pengembang memerlukan antusias yang besar. Saat itu, pengembang biasanya berani membuka harga rendah.

Bahkan, harga pre-sale tak jauh lebih mahal dari modal yang dikeluarkan pengembang. Namun, perlu diingat, bahwa dalam pre-sale, harus membayarkan sejumlah uang sebagai tanda jadi bahkan sebelum properti dibangun. Artinya, uang akan dipercayakan kepada developer dalam jangka panjang hingga kunci rumah ada di tangan.

Kedua, beli properti di kala krisis saat masyarakat cenderung menahan diri untuk melakukan pembelian aset besar seperti properti. Ketika permintaan lesu, harga pun turun. Di saat ini yang memiliki uang berlebih bisa mendapatkan deal terbaik yang mungkin tidak bisa didapat saat krisis tak melanda.

Related post

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *