Pasar Properti di China Akan Meroket 80 Triliun Yuan

 Pasar Properti di China Akan Meroket 80 Triliun Yuan

Ilustrasi. (Foto: WG)

JAKARTA, WartaGriya.Com – Pasar properti di China diprediksi akan terus meroket dengan nilai total real estat komersial hingga 80 Triliun Yuan dengan beragam tren pasar investasi baru ditahun 2030 mendatang. Proyeksi pasar investasi real estat komersial juga diprediksi bakal menjadi terbesar di Asia Pasifik dalam satu dekade.

BACA JUGA: Positif Covid-19, Istri Nurdin Butuh Donor Plasma

Menurut data Coldwell Banker Richard Ellis (CBRE) sebagai Penyedia layanan properti global menyebutkan volume transaksi tahunan akan lebih dari dua kali lipat dari level saat ini untuk mencapai sekitar 650 miliar yuan (Rp1,37 kuadriliun) per tahun. Proyeksi pasar ini juga didukung integrasi yang lebih besar antara real estat dan sektor finansial ditambah munculnya kota-kota lapis satu yang baru.

CBRE juga menyampaikan, pertumbuhan aset real estat alternatif dan peluang yang dihasilkan dari pembaruan perkotaan yang terus dipercepat. “Ukuran pasar investasi real estat komersial suatu negara berkorelasi erat dengan kecepatan pembangunan dan PDB,” jelas Kepala Riset CBRE China Sam Xie.

BACA JUGA: Ditengah Pandemi, Sektor Properti Masih Tangguh!

Sam Xie menambahkan, industri jasa yang akan meningkatkan kontribusi pada ekonomi dan PDB per kapita pada tahun-tahun mendatang yaitu China menjadi pasar investasi real estat komersial terbesar di Asia Pasifik pada 2030. CBRE menyebutkan pada 2019 lalu volume investasi real estat komersial China hanya tumbuh tipis yaitu 0,2 persen dari PDB, dibandingkan antara 1,6 dan 2,3 persen di Eropa dan AS.

Kemudian, seiring perkembangan di era baru real estat komersial pada masa depan ditandai keberlanjutan, inovasi teknologi, dan tempat kerja yang fleksibel, disertai dengan kemunculan kota-kota tingkat satu baru dan kelas aset alternatif, serta bakal terciptanya peluang yang signifikan untuk investasi baru.

BACA JUGA: Meskipun Harus Bayar DP, Rumah MBR Diburu Konsumen

CBRE memproyeksikan pada 2030, Hangzhou, Nanjing, Suzhou, Chengdu, dan Wuhan, dengan prospek pertumbuhan terkuat seperti yang ditunjukkan melalui data PDB dan PDB per kapita mereka, akan muncul sebagai kota tingkat satu. Terlebih lagi, investasi di sektor alternatif terus meningkat pesat selama dekade berikutnya, serta ditopang perubahan pola konsumsi dan adopsi teknologi baru.

Related post

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *