Pengembang APP, Terancam di Gugat Class Action Konsumen

 Pengembang APP, Terancam di Gugat Class Action Konsumen

Pengembang APP terancam digugat konsumen. (Foto: Ist)

BEKASI, WartaGriya.Com – Terkait dugaan proyek gagal bangun hingga keterlambatan serah terima kunci pada Mardhika Park, pengembang Adhi Persada Properti (APP) terancam di gugat class action oleh konsumen.

“Kami masih berupaya melakukan negosiasi dengan pihak pengembang, tapi jika tidak ada solusi tidak tertutup kemungkinan akan menempuh gugatan class action,” ujar salah seorang konsumen yang tidak bersedia disebut namanya, kepada WartaGriya.Com, saat dikonfirmasi, Senin (2/8/2021).

BACA JUGA: Soal Tanah, Mahasiswa Lebak Minta Pemerintah Tegas!

Perselisihan itu bermula dari pembangunan apartemen berlokasi di Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, yang dinilai sangat merugikan konsumen karena hingga saat ini belum menerima unit di Tower Cemara.

Semantara itu, Fariz salah satu konsumen mengaku dirinya dan konsumen lainnya sudah melakukan pembayaran DP dan telah berjalan kredit FLPP yang saat ini sudah masuk bulan ke 22 berdasarkan tagihan dari pihak Bank BNI. “Namun unit kami masih belum diserahterimakan dari pihak marketing Mardhika Park kepada pihak konsumen,” kata Fariz.

BACA JUGA: Sebelum Beli Rumah, Kenali Kekuatan Hukum PPJB

Keluhan dirinya bersama konsumen lainya, kata Fariz hanya ditanggapi oleh pihak staff Mardhika Park dengan alasan yang tidak masuk akal, perihal keterlambatan penyerahan unit.

Alasan tidak masuk akal itu, kata Fariz seperti pemasangan genset, ada bahan baku dari luar yang terhambat serta harga yang tidak terkendali. Yang anehnya lagi, konsumen selalu dijanjikan 3 bulan ke depan akan serah terima unit, namun setelah 3 bulan menunggu, pihak Mardhika Park dengan seenaknya beralasan lain lagi adanya PSBB hingga PPKM dll.

BACA JUGA: Inilah Daftar Pengembang Properti Dilaporkan ke YLKI

“Hingga molor 2 tahun lebih kunci belum diberikan kepada konsumen yang padahal dalam peraturan PPKM dan PSBB sangat jelas menerangkan bahwa sektor pembangunan tetap diperbolehkan aktivitas 25-50 persen dengan prokes ketat,” kata dia.

Selama belum menerima unit, Fariz bersama konsumen lainnya, merasa sangat dirugikan. Pasalnya, dirinya terus membayar tagihan cicilan kepada pihak bank tanpa ada penangguhan. Selanjutnya, pada tanggal 12 Juli 2021, pihaknya menerima surat yang dikirimkan oleh pihak Adhi Persada Properti yang berisi permintaan maaf tanpa memberikan kejelasan kapan tanggal pasti penyerahan unit para konsumen.

“Saya melihat adanya wanprestasi dalam hal ini pada pihak Mardhika Park dalam komitmen dan konsekuensi akibat dari keterlambatan kepada pihak Konsumen,” jelas dia.

BACA JUGA: Kasus Gratifikasi, Menantu Eks Dirut BTN Langsung Ditahan

Sementara, pihak Adhi Persada Properti melalui surat nomor 12-07/DIR-SAR-2021 memberitahukan perihal pemberitahuan penundaan serah terima apartemen Mardhika Park kepada salah satu konsumen. Berikut ini adalah bunyi surat yang ditunjukan kepada salah satu konsumen yang belum menerima unit apartemen Mardhika Park:

Dengan Hormat

Terimakasih kami sampaikan kepada bapak/ibu yang telah memilih produk kami, Apartamen Mardhika Park sebagai hunian bapak/ibu. Pada kesempatan ini kami informasikan kembali bahwa terkait dengan pandemi Covid-19 gelombang 2 yang sampai saat ini belum mereda bahkan cenderung meningkat sehingga banyaknya korban yang terpapar serta diberlakukannya pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) di wilayah Jawa-Bali yang mengakibatkan perputaran ekonomi dan industri pada dunia usaha maka dengan ini kami menyampaikan hal-hal berikut:

  1. Pembangunan apartemen Mardhika Park masih belum memungkinkan untuk dilanjutkan, kami akan mengupayakan secepatnya pembangunan sudah dapat dilanjutkan kembali dan segera kami serah terimakan kepada bapak/ibu.
  2. Terpembatnya penyelesaian pembangunan juga dikarenakan keterlembatan penyelesaian MEP yang diakibatkan banyaknya kandungan atau material dari luar negeri yang mengalami kesulitan dalam pengiriman maupun harga yang tidak terkendali.

3. Untuk proses administrasi yang berkaitan dengan yang diatas, akan kami lakukan addendum atas PPJB/SPPU yang telah disepakati. Semoga Pandemi Covid-19 yang ada saat ini segera diatasi oleh pemerintah yang memerlukan dukungan kita semua.

Demikian surat pemberitahuan ini kami sampaikan, atas perhatian, dukungan dan kerja samanya yang baik, kami ucapkan terimakasih

Related post

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *