PPKM Darurat Tak Pengaruhi MBR Punya Rumah

 PPKM Darurat Tak Pengaruhi MBR Punya Rumah

Ratih salah satu generasi millenial tetap optimis punya rumah ditengah masa pandemi. (Foto: Istimewa)

JAKARTA, WartaGriya.Com – Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat, ternyata tidak mempengaruhi keinginan Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) untuk tetap mewujudkan punya rumah.

“Saya rasa tidak pengaruh, karena saat ini kami masih ada kegiatan akad kredit konsumen. Artinya itu antusias masyarakat khususnya milenial masih sangat tinggi,” ujar Marketing Grand Jaya Mulya Susi.

Kendati PPKM akan diterapkan pada pekan ini, masih dikatakan Susi, pasar properti tetap optimis bisa memenuhi kebutuhan hunian. “Jika dibandingkan sektor lain, industri properti tetap optimis karena penyediaan hunian tetap menjadi kebutuhan,” kata Susi.

Hal senada juga diungkapkan Abdi Fajrin Senior Marketing PT Adhouse Clarion Events. Pemberlakuan PPKM Darurat dinilai tidak akan mempengaruhi pasar properti kendati sempat lesu selama beberapa waktu. “Kami optimis secara kebutuhan hunian tetap dicari masyarakat, terlebih bagi keluarga baru pasti ingin punya rumah sendiri,” tambah Abdi.

Sementara itu, sejak beberapa proyek infrastruktur strategis nasional dibangun secara masif, pasar properti di kawasan Cileungsi, Kabupaten Bekasi dan Kabupaten Bogor semakin prospektif. Apalagi, masifnya pengembangan proyek infrastruktur tersebut diyakini mampu mengangkat derajat ketiga kawasan yaitu Cibubur, Cileungsi dan kawasan Jonggol sebagai lokasi hunian dan investasi yang sangat prospektif.

Prediksi secara bisnis tersebut sangat beralasan, terbukti pembangunan proyek lintas rel terpadu hingga proyek jalan Tol Cimanggis, Cileungsi, Cibitung hingga jalan tol layang Jakarta – Cikampek sudah mulai terwujud. Presiden Direktur PT Adhouse Clarion Events Toerangga Putra membenarkan, harga properti di kawasan Cileungsi akan terus meningkat seiring maraknya pembangunan infrastruktur khususnya diakses transportasi yang semakin memudahkan masyarakat beraktivitas.

“Pembangunan infrastruktur, terutama jalan tol Cimanggis—Cibitung yang membelah Transyogi dari Cimanggis, Cibubur, hingga Cileungsi mendorong pengembangan kawasan perumahan makin masif mengarah di Cileungsi sebagai sunrise properti,” ujar Toerangga.

Fenomena Cileungsi secara umum sebagai sunrise property juga dialami oleh kawasan Serpong sebelum terkoneksi dengan jalan tol Jakarta—Merak ketika aksesibilitasnya sulit. “Nah itu bisa dilihat bagaimana Serpong sudah menjadi salah satu kawasan prime yang ada di Jabodetabek,” tambah Toerangga.

Tak hanya itu, masih dikatakan Toerangga, properti komersial ikut bertumbuh di sekitar Cileungsi mulai dari mal, hotel, pusat perbelanjaan, ruang pamer mobil, hingga restoran sejalan dengan makin banyaknya pembangunan infrastruktur akses ke kawasan Cileungsi makin terbuka.

“Nantinya kawasan Cileungsi makin mudah diakses dari segala pejuru. Ke barat bisa mengakses tol elevated Jakarta—Cikampek, timur ada tol Jagorawi dan LRT [lintas rel terpadu] dari Cibubur Junction dan makin sempurna dengan adanya tol Cimaci [Cimanggis—Cibitung] yang juga melintasi Cileungsi,” kata Toerangga.

Menurutnya, apabila dibandingkan 10 tahun lalu, saat ini perkembangan Cileungsi jauh lebih baik. Untuk kawasan Transyogi, prospek Cileungsi sebagai tujuan tempat tinggal dan investasi properti paling menjanjikan. Hal itu, terbukti dari banyaknya pengembang yang membuka bisnis mereka di koridor Cileungsi.

Ia menambahkan, sekarang untuk beli rumah itu yang utama dipertimbangkan adalah berada di kawasan sunrise property. Kedua, sesuai kemampuan konsumen dalam mencicil rumah. Ketiga, cari proyek skala kota yang lahannya luas dan pengembangannya jangka panjang. Keempat, kenali siapa pengembangnya, dalam artian harus pengembang yang tepercaya, jelas jejak rekamnya.

Putri Pratiwi K

http://wartagriya.com

Related post

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *