Proses Pengajuan KPR Rumit? Begini Klarifikasi Bank BTN

 Proses Pengajuan KPR Rumit? Begini Klarifikasi Bank BTN

Konferensi Pers Bank BTN jelang penutupan virtual expo HUT KPR. (Foto: WG)

JAKARTA, WartaGriya.Com – Rumitnya proses pengajuan Kredit Pemilikan Rumah (KPR) hingga tak lolos approval, ternyata masih dikeluhkan oleh calon konsumen sampai di kalangan pengembang perumahan hingga saat ini.

Menanggapi persoalan itu, Vice President Non-Subsidized Mortgage and Consumer Lending Division PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk Suryanti Agustinar membenarkan terkait kendala saat verifikasi data selama masa pandemi Covid-19.

“Iya memang benar, karena kemarin banyak kontor-kantor yang tutup saat dilakukan pengecekan apakah betul yang mengajukan KPR masih bekerja ditempat itu,” jelas Suryanti saat klarifikasi dalam konferensi pers virtual Bank BTN, Senin (11/2/2021).

Kendati demikian, di tengah tekanan pandemi, sektor perumahan mengalami pertumbuhan mencapai 2 persen pada triwulan III 2020 dan di tahun 2021 diproyeksikan pertumbuhan ekonomi akan mencapai 5 persen pada sektor perumahan.

“Penyaluran KPR BTN di 2020 masih on track dengan target meski ada pandemi. Penjualan perumahan untuk segmen MBR masih signifikan, tapi di atas Rp 500 juta ada penurunan. Untuk pembeli rumah pertama di masa pandemi tidak ada penurunan karena merasa harus punya rumah. Sehingga di tahun 2021 dengan pertumbuhan ekonomi yang lebih bagus, perbankan lebih yakin lagi,” ujar Suryanti.

Ia mengajak kepada masyarakat jangan menunda untuk membeli properti, karena harga memang sedang terjangkau. “Mungkin para pengembang sedang ingin mempercepat cashflow-nya sehingga memberikan diskon-diskon yang luar biasa menarik dan tidak akan bisa didapatkan lagi saat momentum pascapandemi Covid-19,” katanya.

Selain itu, BTN mencatatkan KPR Subsidi tumbuh di level 6,09 persen secara tahunan (year-on-year/yoy) menjadi Rp 104,46 triliun pada Oktober 2020.

Kemudian, penyaluran KPR non-subsidi senilai Rp 71,91 triliun. Di segmen pembiayaan syariah yang didominasi KPR pun, BTN Syariah mencatatkan pertumbuhan sebesar 5,31 persen yoy menjadi Rp 24,56 triliun per Oktober 2020.

Related post

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *