Punya Impian Bangun Villa, Berikut Tahapannya!

 Punya Impian Bangun Villa, Berikut Tahapannya!

Ilustrasi.

KAMU punya renca membangun sebuah villa? Perhatikan persyaratannya terlebih dulu ya.

Meskipun villa lebih identik dijadikan sebagai lokasi wisata atau tempat tinggal sementara karena biasanya bangunan ini dibangun ditengah pamandangan yang indah dan sejuk.

Oleh karena itu, agar bisa mempunyai villa seperti yang dikembangkan dikawasan Puncak Bogor misalnya tentu membutuhkan banyak pertimbangan dan langkah-langkah yang harus dipelajari.

Apalagi, Villa seperti dikawasan puncak sangat cocok sebagai hunian untuk menghabiskan waktu bersama keluarga karena jauh dari kebisingkan seperti di kota-kota besar.

Bahkan, Villa juga bisa dimanfaatkan sebagai tempat untuk menenangkan diri dan berkreasi.

Lalu seperti apa tahapan untuk membangun sebuah villa tersebut? Yuk simak ulasannya sebagai berikut;

1. Temukan Lokasi Terlebih Dulu

Dalam hal membangun villa di puncak, lokasi dan posisi yang tepat adalah hal terpenting.

Apa saja yang harus menjadi pertimbangan?

Lokasi yang tepat dengan keinginan sobat WartaGriya

  • Survey lapangan untuk mengetahui kondisi tanah
  • Perhatikan kontur, komposisi, dan kondisi tanah di puncak
  • Pastikan kemudahan akses air di lokasi pilihan
  • Pertimbangkan keterjangkauan lokasi dengan jalur transportasi

Jika Property Seekers sudah terlanjur memilki tanah kosong, maka pelajari baik-baik karakter tanah untuk menciptakan desain rumah yang sesuai.

2. Tim Ahli

Membangun villa di daerah dataran tinggi seperti puncak membutuhkan keahlian khusus.

Oleh sebab itu, baiknya sobat WartaGriya berkonsultasi dengan ahlinya, seperti arsitek maupun kontraktor.

Terlebih jika sobat WartaGriya tak memiliki dasar ilmu untuk membangun rumah.

Pada pertemuan pertama, pastikan menyampaikan perkiraan budget yang dimiliki.

Agar mereka dapat menyesuaikan desain dengan budget.

Jangan sampai sobat WartaGriya  tiba-tiba terkejut dan kehabisan uang ketika villa selesai di bangun.

Ketika bertemu tim ahli, sobat WartaGriya tak hanya merencanakan mengenai budget.

Melainkan juga:

  1. Desain ruang untuk dihuni, ini meliputi jumlah kamar dan posisinya
  2. Desain area utilitas yang fungsional dan nyaman
  3. Peletakan jendela dengan ukuran yang tepat untuk memaksimalkan cahaya masuk
  4. Perencanaan sistem drainase air yang baik
  5. Landscape ruang hijau terbuka untuk villa

3. Perizinan Bangunan

Setelah sobat WartaGriya dan tim ahli berhasil menyatukan ide, budget, dan konsep realisasi, maka waktunya mengurus perkara perizinan.

Pertama, tentukan terlebih dahulu apakah villa di puncak yang sobat WartaGriya bangun akan digunakan untuk kebutuhan komersil atau pribadi.

Jika hanya untuk kepentingan pribadi, maka sobat WartaGriya hanya perlu mengurus Izin Mendirikan Bangunan.

Serta memastikan warga sekitar tak keberatan jika sobat WartaGriya mendirikan rumah istirahat di sana.

Namun bila berencana menyewakan hunian tersebut, maka sobat WartaGriya juga harus mengurus izin usaha.

Yang meliputi izin prinsip membangun usaha vila, dokumen UKL & UPL, Tanda Daftar Usaha Priwisata, dan Tanda Daftar Perusahaan.

Hati-hati! Jangan sembarangan menyewakan villa jika sobat WartaGriya belum memiliki izin usaha resmi.

4. Tahap Konstruksi Villa di Puncak

Setelah perkara perizinan selesai di urus, barulah sobat WartaGriya bisa memulai tahap konstruksi.

Seperti membangun rumah pada umumnya, tahap konstruksi dimulai dengan membuat pondasi bangunan.

Tahap ini akan melibatkan beberapa alat besar untuk memudahkan proses penyesuaian lahan.

Kemudian tahap berikutnya adalah mengatur aliran air serta udara.

Di mana rangka jendela dan pintu akan mulai dipasang sesuai lokasi yang direncanakan.

Namun bisa saja posisinya berubah, jika ternyata di lapangan hasilnya tak maksimal sebagai ventilasi udara dan jalur masuk cahaya.

5. Furnitur yang Tepat

Jika bangunan villa sudah berdiri dengan tegak, maka saatnya untuk memasukan perabot dan furnitur.

Dalam mendekorasi sebuah villa, ada baiknya untuk memilih tema atau konsep yang unik dan dekat dengan alam.

Seperti tema dan dekorasi ala pedesaan, etnik, atau ala pantai/nautical dengan elemen tropis yang khas.

Hindari pemilihan desain yang modern, kontemporer, atau minimalis.

Sebab konsep tersebut sudah sangat umum ditemui di rumah-rumah biasa di perkotaan.

Putri Pratiwi K

http://wartagriya.com

Related post

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.