Digiqole ad

Strategi Rajawali Hiyoto Hadapi Ancaman Resesi Ekonomi Global

 Strategi Rajawali Hiyoto Hadapi Ancaman Resesi Ekonomi Global

Rizky Rinofan Hirmali selaku Area Sales Project Manager Rajawali Hiyoto, paling kiri. (Foto: WG)

BANDUNG, WartaGriya.Com – Tak sedikit perusahaan resah terkait maraknya isu ancaman resesi ekonomi global yang terus bergulir di sejumlah negara, termasuk di Indonesia. Meskipun begitu, banyak juga pelaku usaha dari beragam di sektor industri yang mampu bertahan bahkan merasa sangat optimis untuk menghadapi ancaman resesi tersebut.

Salah satu industri yang tetap optimis menghadapi ancaman isu resesi ekonomi global yaitu PT  Rajawali  Hiyoto.

Rajawali  Hiyoto merupakan  perusahaan  yang  bergerak  di  bidang paint  industry & chemical  construction selama  lebih  dari  40 tahun  dengan  kurang  lebih  40  cabang  distribusi yang  tersebar  di  seluruh  Indonesia.

Lalu seperti apa strategi perusahaan tersebut dalam menghadapi ancaman resesi ekonomi global?  Rizky Rinofan Hirmali selaku Area Sales Project Manager Rajawali Hiyoto membenarkan terkait isu resesi memang sudah sangat marak terlebih di tahun depan bakal kesulitan ekonomi.

“Tapi kembali lagi bahwa kita sudah sempat lolos dari pandemi, salah satu perusahaan yang masih bertahan Rajawali Hiyoto. Jadi intinya untuk menghadapi ini kita harus memperkenalkan produk yang ada bagi yang membutuhkan, jadi seperti yang saya katakan tadi yaitu zero maintenance lah, jadi temen-temen pengguna atau user menggunakan cat biasanya harus setiap tahun sekali dengan menggunakan produk kita jadi sangat long maintenance,” jelas Rizky Rinofan Hirmali, disela-sela Acara ‘Mancing Mania 2022’ yang gelar Building Engineers Assosiation (BEA) Jawa Barat di Pemancingan Permata Cimahi, Bandung, belum lama ini.

Menurutnya salah satu strategi yang diterapkan pada industrinya yaitu meningkatkan kualitas produk serta memaksimalkan layanan user. “Jadi itu salah satu untuk menghadapi ancaman resesi ini. Jadi user pun bisa menggunakan cat produk kami artinya cukup sekali setahun tidak perlu berulang-ulang. Salah satu tips perusahaan yaitu meningkatkan kualitas produk,” ujar Rizky Rinofan Hirmali.

Ia menambahkan, pada dasarnya perawatan gedung secara rutin yang harus dilakukan setiap tahun membutuhkan biaya tak sedikit. Ya betul, seperti hotel itu dalam setahun untuk maintenance cost nya sangat besar sekali. Kalau mereka menggunakan cat dari produk kami tidak harus maintenance dalam setahun sudah merupakan keuntungan yang sangat besar. Dengan menggunakan produk kita yang menggunakan garansi 5 tahun itu sangat menguntungkan, karena mereka dalam lima tahun tidak usah ngechat,” ujar Rizky Rinofan Hirmali.

Selain itu, kerjasama dengan komunitas seperti pada Building Engineers Association (BEA) dinilai juga menjadi pendukung dari strategi pemasaran ditengah ancaman resesi ekonomi global. 

“Nah ini silaturahmi yang sudah lama tidak ketemu jadi bisa mengingatkan kembali jadi bisnisnya dari setiap properti itu bisa saling sinergi jadi jika ada keperluan cat bisa ke saya, atau keperluan lain bisa ke siapa-siapa. Dalam wadah seperti BEA ini bukan hanya chief engineering aja tapi semua vendor ada disini untuk kebutuhan semua bangunan nah itu yang kita suka. Jadi semua bisa sinergi disini itulah harapannya,” pungkas Rizky.

Dalam kesempatan itu, Ketua BEA BPW Jabar Asep Suherman, mengaku sangat antusias meningkatkan berkolaborasi dengan seluruh partner maupun mitra kerjanya. 

Lebih lanjut dikatakan Asep Suherman, pada umumnya ditempat lain seperti asosiasinya tertentu, seperti Engineers tapi building association, sebenarnya adalah perkumpulan orang-orang ahli teknik dan bangunan.

“Jadi kita bentuk dalam satu wadah BEA, yang visinya sangat jelas bahwa kita akan bersaing skala internasional. Itu yang sebenarnya pola pikir yang diberikan sejak tahun 2009 lalu. Building Engineers Association kedepan akan menjadi lembaga sertifikasi. Kita sudah bekerjasama dengan Universitas Budi Darma di Tangerang, bahwa anggota atau member yang memerlukan pendidikan lebih untuk upgrade kita kasih beasiswa. Jadi free kita sekolahkan di Universitas Budi Darma di Tangerang. Karena itu program yang riil yang terjadi sampai saat ini,” ujarnya.

Kemudian, untuk kepengurusan BEA BPW Jawa Barat terdiri dari wilayah Bogor, Tangerang, Cikarang, Purwakarta, Cianjur, Cipanas, Sukabumi, next project kita akan masuk ke Garut, Ciamis, Pangandaran, hingga Tasikmalaya. 

“Saat ini kita sudah memiliki total 287 anggota serta mentargetkan pengembangan anggota di sektor industri seperti high rise building, sekuriti, mall, perhotelan, serta kedepan factory untuk di kawasan Cikarang dan Bogor akan kita ambil dengan target pengembangkan ditahun ini sebanyak 500 anggota,” kata Asep Suherman.

Selain itu, dari sisi keanggotaan BEA juga diberikan benefit yang istimewa dari pengurus BPW Jawa Barat. “Orang biasanya bikin mancing ya mancing tapi tidak ada product knowledge yang mereka dapatkan. Tapi kita harus kasih knowledge ke mereka, kita kasih hiburan buat mereka, kita kasih hadiah buat mereka sehingga ketika keluar dari hotel mereka jadi propertinya tidak berpikir pekerjaan lagi. Berpikirnya happy, happy dan happy gitu aja,” katanya.

Dalam kesempatan itu, BEA Jabar juga didukung oleh sejumlah sponsor yang memberikan support penuh terhadap kegiatan lomba ‘Mancing Mania 2022’.

“Saat ini kita bekerjasama dengan temen-temen vendor seperti PT. Rajawali Hyoto, PT. Berkat Manunggal Energy, PT. Sage Konstruksi Indonesia. Jadi ini vendor-vendor yang kompeten dengan kami, dan semua vendor adalah partner. Kebetulan saya kenal baik dengan Pak Ali, Pak Suhandri selama bekerjasama kami happy lah,”  pungkas Asep Suherman.

Digiqole ad

Related post

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.