Survei IPW Sebut Konsumen Minat Beli Properti

 Survei IPW Sebut Konsumen Minat Beli Properti

Ilustrasi. (Foto: WG)

JAKARTA, WartaGriya.Com – Sektor properti memang sebagai produk unik di Indonesia. Maka itu tidak heran, jika pasar properti digadang-gadang juga mampu mendongkrak laju ekonomi. Hal tersebut juga terbukti pada hasil survei, meskipun dalam kondisi pandemi Covid-19 namun sedikitnya 68,09% konsumen masih berminat beli properti.

Hasil survei ini dilakukan kepada 285 responden, terdiri dari masyarakat usia 35–55 tahun berdomisili di Jakarta, Jawa dan luar Pulau Jawa. CEO Indonesia Property Watch Ali Tranghanda membenarkan hasil survei konsumen yang dilakukan menyebut 51,06 % masyarakat masih melirik properti rumah. Minat pembelian tanah kavling pun relatif cukup tinggi sebesar 22,34 %, apartemen sebesar 11,7 %, SOHO/Ruko/Rukan sebesar 10,64 %, dan selebihnya untuk gudang, vila, kondotel, dan lainnya.

“Saat ini tren pembelian properti didominasi oleh rumah untuk segmen menengah yang harganya mencapai kisaran Rp 1,5 miliar. Rentang harga itu paling banyak dicari konsumen,” ujar Ali dalam keterangannya, belum lama ini.

Salah satu proyek properti, di bawah harga satu miliar yang laris manis diburu konsumen yakni rumah tapak. Lebih lanjut dikatakan Ali, untuk segmen menengah ke atas, permintaan juga masih tumbuh. Ditandai dengan hadirnya berbagai proyek anyar yang diluncurkan pengembang.

Data IPW menyebutkan, rentang harga yang diminati berkisar antara Rp 500 juta sampai 1 miliaran sebesar 29,79 %, diikuti Rp 300 juta sampai Rp 500 juta sebesar 28,72 %, Rp 1 sampai Rp 3 miliar sebesar 23,40 %, di bawah Rp 300 juta sebesar 10,64 %, dan sebesar 7,45 % untuk properti harga di atas Rp 3 miliar.

Menurutnya, karena pasar saat ini sangat volatile, juga bisa terjadi berbagai kemungkinan, misalkan konsumen yang dulu ingin membeli properti seharga di atas Rp 1,5 miliaran, sekarang diperkirakan memilih segmen harga yang lebih rendah di kisaran Rp 500 juta sampai Rp 1,5 miliar. Temuan lain, terdapat fenomena masyarakat masih menunda untuk membeli rumah kisaran harga di bawah Rp 300 juta atau rumah subsidi untuk sementara waktu. Ini terjadi karena faktor daya beli yang cenderung melemah.

IPW juga menyurvei tujuan dari pembelian properti saat ini pun beragam. Sebanyak 42,55 % membeli properti untuk disimpan dalam jangka panjang (investor jangka panjang).

Related post

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *