Tak Punya Uang Bisa Beli Rumah? Begini Caranya!

 Tak Punya Uang Bisa Beli Rumah? Begini Caranya!

Ilustrasi. (Foto: istimewa)

BOGOR, WartaGriya.Com – Ternyata masih banyak masyarakat awam yang belum sangat minim pengetahuan tentang cara punya rumah sendiri. Padahal banyak skema pembiayaan hingga mempermudah punya rumah idaman bagi setiap orang, khususnya untuk mereka yang memiliki kondisi finansial pas-pasan. Salah satunya yaitu Kredit Pemilikan Rumah (KPR) yang menjadi layanan prioritas disejumlah perbankan sebagai layanan pembiayaan perumahan.

KPR merupakan sebuah fasilitas pinjaman dana untuk masyarakat yang ingin membeli rumah, apartemen, maupun jenis properti lainnya dengan cara mencicil dan menjadikan properti tersebut sebagai jaminan.

Untuk bisa mengambil KPR, maka diharuskan untuk membayar DP atau uang muka terlebih dahulu agar pembiayaan dari bank tidak akan sepenuhnya 100 persen dari harga pembelian. Sementara itu, BI menentukan bahwa DP KPR minimum sebesar 10 persen dari harga beli properti.

Setelah pengajuan KPR disetujui dan telah membayar DP, maka kedepannya diharuskan untuk membayar cicilan pinjaman dengan angsuran setiap bulan selama tenor yang telah disepakati oleh kedua belah pihak, yaitu pemohon dan pihak bank yang memberikan permohonan.

Adanya KPR ini jelas sangat membantu masyarakat yang ingin memiliki rumah namun dengan dana yang terbatas. Hanya saja, apabila pengajuan KPR disetujui, maka pihak bank memiliki hak atas properti tersebut hingga selesai melunasinya. Tetapi, tak perlu khawatir karena terdapat tiga jenis permohonan KPR yang sejatinya bisa jadikan pilihan, yaitu:

KPR Subsidi
Ditujukan bagi masyarakat yang memiliki penghasilan di bawah UMR daerah.Bisa dimanfaatkan untuk pembangunan maupun renovasi rumah. Agar adil dan tepat, maka kredit satu ini diatur oleh pemerintah, sehingga akan sangat terlihat apakah seseorang layak mendapatkan KPR subsidi atau tidak. Suku bunga lebih rendah dibandingkan jenis KPR lainnya. Selain itu, DP juga relatif lebih terjangkau.

KPR Non-Subsidi
Jenis KPR yang paling umum dan ditujukan bagi seluruh lapisan masyarakat. Syarat dan ketentuan diatur dan dipegang oleh setiap bank yang bersangkutan, termasuk besaran kredit dan suku bunga yang dibebankan.Memiliki subsidi namun dalam bentuk suku bunga.
Bebas pajak.

KPR Syariah
Menggunakan Prinsip Akad Murabahah (Jual-Beli). Saat mengajukan KPR yang perlu diketahui bahwa setiap bank menerapkan persyaratan dan ketentuan yang berbeda-beda untuk para pemohon. Maka dari itu, sebelum memilih tempat yang sesuai dalam mengajukan KPR untuk membantu memiliki hunian idaman, ada baiknya jika turut mengetahui tentang beberapa hal yang perlu diperhatikan saat mengajukan KPR, yaitu sebagaimana berikut ini:

Menentukan Properti
Hal pertama, jelas kamu harus menentukan bentuk properti seperti apa yang diinginkan, termasuk lokasi yang strategis serta akses transportasi yang baik. Disarankan untuk memilih lokasi yang paling dekat dengan tempat kerja agar kamu tidak akan menghadapi kesulitan ketika harus bermobilitas.

Selain itu, perhatikan pula fasilitas yang ada, mulai dari ketersediaan transportasi umum, jarak ke jalanan besar, stasiun terdekat, hingga fasilitas lainnya yang sekiranya dibutuhkan untuk mendukung aktivitas sehari-hari, seperti supermarket, tempat ibadah, sekolah, dan lain-lain.

Memilih Bank yang Tepat
Seperti yang telah sedikit dibahas sebelumnya bahwa setiap bank pada umumnya menerapkan persyaratan dan ketentuan yang berbeda-beda. Oleh karena itu, pastikan bahwa memilih bank yang paling sesuai dengan seluruh persyaratan dan ketentuan yang diterapkan. Jika memungkinkan, carilah bank yang menawarkan bunga rendah serta tidak terlalu sulit dalam memenuhi berbagai persyaratan yang diberikan. Agar lebih mudah, bisa mengajukan KPR di bank tempat membuka rekening. Karena dengan begitu permohonan KPR yang diajukan akan besar kemungkinannya untuk disetujui.

Menentukan Developer
Pastikan bahwa pengembang atau developer yang dipilih memang telah terbukti memiliki histori yang baik sebelumnya. Bukan bermaksud menakut-nakuti, hanya saja tak jarang peristiwa masyarakat yang mengalami kerugian karena salah memilih developer. Jika ada, pilihlah developer yang memang melakukan kerjasama dengan bank tempat ingin mengajukan guna meminimalisir hal-hal yang tak diinginkan. Selain itu, pilih juga developer dengan kualitas yang baik dan terpercaya serta memiliki izin untuk membangun proyek.

Putri Pratiwi K

http://wartagriya.com

Related post

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *