Telat Bayar KPR Berbulan-bulan? Begini Resikonya!

 Telat Bayar KPR Berbulan-bulan? Begini Resikonya!

Ilustrasi.

BAYAR cicilan Kredit Pemilikan Rumah (KPR) tidak mampu bayar, apakah benar ada hukumannya? Terlebih Sobat WG ada yang menunggak hingga berbulan-bulan.

Lalu apa konsekuensi terkait ketidakmampuan ini? Nah, ada baiknya Sobat WG simak ulasannya sampai tuntas ya!

Pada dasarnya, mempunyai rumah sendiri maupun jenis properti lainnya merupakan impian bagi setiap orang.

Meskipun begitu, belakangan ini harga rumah juga terus meroket seiring keterbatasan lahan untuk pengembangan penyediaan hunian.

Tentunya, hal tersebut menjadi masalah tersendiri untuk penyediaan rumah layak huni.

Bahkan pemerintah melalui kebijakannya telah menunjuk sejumlah bank untuk membantu pembiayaan perumahan bagi masyarakat yang belum bisa memiliki rumah sendiri.

Nah salah satu skema pembiayaan yang sangat membantu yaitu skema KPR.

Diharapkan melalui program pembiayaan seperti KPR ini bisa membantu meringankan penduduk yang ingin beli rumah dengan cara cicilan.

Meskipun terbilang mudah karena bisa memiliki rumah tanpa harus beli secara tunai atau cash, tapi bukan tidak berarti mempunyai resiko.

Lalu seperti apa hukumannya bagi kreditur atau nasabah KPR tersebut apabila terjadi gagal bayar?

Cicilan Tersendat

Ternyata ada peraturan terkait cicilan yang tersendat atau tidak bisa memenuhi kewajiban (wanprestasi) atas perjanjian kredit yang sudah disepakati dengan bank.

Aturan mengenai hal tersebut ada pada Pasal 20 ayat (1) UU Hak Tanggungan.

Di dalamnya tertulis bahwa pihak bank berhak menjual objek tanggungan dan mengambil hasil penjualan rumah untuk melunasi utang Sobat WG.

Supaya lebih jelas, berikut isi dari Pasal 20 ayat 1:

(1) Apabila debitur cedera janji, maka berdasarkan:

1. Hak pemegang Hak Tanggungan pertama untuk menjual obyek Hak Tanggungan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 6, atau
2. Titel eksekutorial yang terdapat dalam sertifikat Hak Tanggungan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 14 ayat (2), obyek Hak Tanggungan dijual melalui pelelangan umum menurut tata cara yang ditentukan dalam peraturan perundang-undangan untuk pelunasan piutang pemegang Hak Tanggungan dengan hak mendahulu dari pada kreditur-kreditur lainnya.

Harga Rumah Kurang Ketika Dijual, Menjadi Hutang

Dalam pasal yang ada pada poin sebelumnya, dijelaskan nilai jual rumah akan digunakan untuk melunasi utang yang kamu miliki ke bank.

Apabila hasil menjual rumah lebih besar dari utang, maka sisanya dapat kamu ambil karena merupakan hak pribadi.

Lalu bagaimana jika uang dari hasil menjual rumah masih kurang?

Tentunya Sobat WG masih memiliki utang kepada pihak bank dan harus segera melunasinya.

Pihak bank pun tentunya dapat mengajukan gugatan wanprestasi atas utang yang belum dibayarkan.

Termasuk Gugatan Perdata

Masih membahas cicilan KPR terlambat, kamu juga bisa digugat bank.

Perlu diketahui terlebih dahulu, kalau gugatan wanprestasi tergolong gugatan perdata.

Maksudnya, sang penggugat yang dalam kasus ini adalah pihak bank, bisa menuntut mengenai penggantian biaya, ganti rugi, dan bunga KPR.

Hal ini memang tercantum dalam Pasal 1243 KUHP, yang menyebutkan;

“Penggantian biaya, kerugian dan bunga karena tak dipenuhinya suatu perikatan mulai diwajibkan, bila debitur, walaupun telah dinyatakan Ialai, tetap Ialai untuk memenuhi perikatan itu, atau jika sesuatu yang harus diberikan atau dilakukannya hanya dapat diberikan atau dilakukannya dalam waktu yang melampaui waktu yang telah ditentukan.”

Masalah terkait perjanjian utang merupakan masalah hukum privat.

Maksudnya, hubungan pribadi antara subjek hukum dengan subjek hukum lainnya.

Di sisi lain, hukuman penjara merupakan salah satu bagian dari hukuman pidana.

Nah, jika Sobat WG terkena masalah utang dengan bank, maka tenang saja.

Pasalnya, pihak bank sesungguhnya tidak bisa membawa masalah tersebut ke ranah hukum pidana.

Solusi Lancar Cicil KPR Rumah

1. Menabung
Solusi lancar cicilan KPR yang pertama ini memang terkesan klise.

Namun, merupakan pondasi utama jika Sobat WG ingin memiliki hunian impian dengan segera.

Persiapkan keuangan agar stabil.

Tabungkan uang yang tersisa dan hindari membeli barang atau kebutuhan lain yang kepentingannya belum pasti.

2. Mengenal Jenis KPR
Di Indonesia, KPR sendiri terbagi menjadi berbagai macam.

Sampai sekarang, bank-bank di Indonesia berlomba-lomba menciptakan program KPR yang paling menarik untuk mengundang banyak nasabah.

Setiap KPR yang ditawarkan bank memiliki syarat yang berbeda.

Ketahui dan pelajari dengan benar, lalu sesuaikan dengan keadaan ekonomi Sobat WG.

Salah satu jenis KPR yang terkenal dengan cicilannya yang murah dan ringan adalah KPR Syariah.

3. Mengambil KPR Take Over
Apabila tagihan KPR rumah sudah membengkak, dan kamu tidak sanggup lagi membayar cicilan, mungkin Sobat WG harus pertimbangkan KPR Take Over.

KPR Take Over adalah pemindahan pinjaman cicilan kredit rumah dari bank satu ke bank lainnya.

Sobat WG hanya perlu berkonsultasi dengan bank KPR pertama kamu dan tanyakan apabila mereka mendukung program KPR Take Over.

Dengan KPR Take Over, cicilan perbulan Sobat WG dapat lebih rendah dibandingkan dengan sebelumnya.

Intinya, sebelum mengajukan KPR, sebaiknya kamu pikirkan terlebih dahulu apakah bisa membayar dengan lancar atau tidak.

Jika ragu, jangan dulu mengajukan KPR karena nantinya kamu yang akan mengalami kerugian.

Related post

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.