Tips Cerdas Mengatasi Cicilan KPR Macet!

 Tips Cerdas Mengatasi Cicilan KPR Macet!

Ilustrasi. (Foto: WG)

JAKARTA, WartaGriya.Com – Cicilan Kredit Pemilikan Rumah (KPR) ketika macet atau biasa disebut ‘bantuk’ ditengah masa pandemi Covid-19, bisa saja terjadi pada setiap debitur. Apalagi, kondisi pandemi yang tak kunjung reda tentu sangat membuat nasabah yang mempunya cicilan semakin resah. Nah bagaimana solusinya untuk mengatasi persoalan cicilan batuk tersebut? Yuk simak penjelasannya sebagai berikut;

1. AJUKAN RESTRUKTURISASI KPR

Sebenarnya banyak cara untuk mengatasi ketika cicilan KPR sedang macet atau tersendat. Nah, disinilah letak yang namanya istilah beli properti itu tidak pernah rugi karena banyak solusi yang tetap menguntungkan bagi konsumennya.

Salah satu cara selain melakukan take over ke pihak lain dengan harga terkini, debitur juga bisa mengajukan permohonan restrukturisasi KPR. Biasanya bukan hanya memperpanjang tenor pembayaran kredit, tapi juga mengurangi tingkat bunga KPR. Misalnya tenor diperpanjang selama 2 tahun dan bunga KPR dipangkas lebih ringan dari 11% menjadi 10,5%.

Kemudian bisa juga memberi diskon atau potongan cicilan hingga separuhnya. Tentu saja dengan syarat dan ketentuan yang berlaku. Bila mendapatkan keringanan tersebut, bisa sedikit bernapas lega. Sebab nominal cicilan KPR yang dibayar bulan berikutnya lebih kecil dibanding bulan-bulan lalu sebelum persetujuan restrukturisasi.  

2. RESCHEDULING

Selanjutnya adalah minta bank menjadwalkan ulang (rescheduling) pembayaran sisa kredit. Dalam sistem rescheduling, bisa meminta bank untuk menjadwalkan ulang kredit yang masih tersisa. Misalnya, sisa kredit sebesar Rp 100 juta dengan jatuh tempo (tenor) 3 tahun. Minta tenor ditambah menjadi 5 tahun. Berarti jangka waktu pembayaran cicilan KPR diperpanjang 2 tahun tanpa dikenakan biaya denda.

Dengan begitu, debitur punya waktu lebih panjang untuk melunasi sisa kredit sambil berharap kondisi normal lagi. Selain itu, dapat berupaya lebih keras, misalnya dengan mencari pekerjaan baru atau kerja sampingan untuk mendapat penghasilan tambahan.

3. RECONDITIONING

Solusi berikutnya adalah menata kembali perjanjian KPR. Langkah ini biasanya bisa disebut sebagai pengajuan reconditioning. Layanan ini merupakan keringanan di mana bank mengubah persyaratan KPR menjadi perjanjian baru. Jadi, diatur ulang semuanya, dari mulai tenor pembayaran, tingkat bunga KPR, nilai kredit dan sebagainya.

Misal, tingkat bunga awalnya 9,5% diubah menjadi 8,75%. Jangka waktu pembayaran pun diubah dari perjanjian awal 15 tahun menjadi 20 tahun. Atau memberi diskon menghapus bunga KPR di tahun ke-4 pembayaran. Nah itulah solusi mengatasi cicilan KPR macet yang bisa dijadikan rekomendasi bagi debitur yang sedang rumit financial ditengah pandemi seperti sekarang. Selamat mencoba!

Putri Pratiwi K

http://wartagriya.com

Related post

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *