#Hukum

Dirjen Hubla Mediasi Konflik APBMI vs Koperasi TKBM Pelabuhan, Kedua Pihak Sepakat Berdamai

Jakarta, WartaGriya.Com – Konflik antara Asosiasi Pengusaha Bongkar Muat Indonesia (APBMI) dan Koperasi Tenaga Kerja Bongkar Muat (TKBM) Pelabuhan akhirnya berakhir damai setelah dimediasi oleh Direktorat Jenderal Perhubungan Laut (Dirjen Hubla) Kementerian Perhubungan.

Pertikaian antara Ketua APBMI Juswandi Kristanto dan Ketua Aliansi Serikat Pekerja dan Serikat Buruh TKBM Pelabuhan Seluruh Indonesia HM Jusuf Rizal, SH berhasil diselesaikan melalui dialog yang difasilitasi Dirjen Perhubungan Laut Muhammad Masyhud.

Pertemuan yang digelar di Jakarta tersebut juga dihadiri perwakilan Kementerian Perhubungan, Kementerian Koperasi, serta Kadin Kalimantan Selatan.

Dalam pertemuan itu, seluruh pihak sepakat untuk kembali menjalankan peran dan fungsi masing-masing sesuai ketentuan yang berlaku serta menjaga hubungan industrial yang harmonis di lingkungan pelabuhan.

Dirjen Perhubungan Laut Muhammad Masyhud menegaskan bahwa pemerintah menginginkan persoalan ini benar-benar selesai tanpa menimbulkan konflik baru di lapangan.

“Kami harapkan pertemuan ini mampu menyelesaikan masalah. Tidak ada perbedaan tafsir lagi. Semua sudah sepakat bahwa persoalan ini clear dan masing-masing pihak menjalankan tupoksinya,” tegas Masyhud.

Ia juga mengingatkan bahwa apabila kesepakatan tersebut dilanggar, maka pemerintah melalui Menteri Perhubungan akan mengambil sikap tegas.

Awal Mula Konflik

Sebelumnya, polemik ini mencuat setelah APBMI disebut tidak ingin menggunakan tenaga kerja bongkar muat yang berasal dari anggota Koperasi TKBM Pelabuhan maupun serikat pekerja pelabuhan.

Hal tersebut memicu reaksi dari aliansi pekerja yang dipimpin Jusuf Rizal. Bahkan pihaknya sempat mempertimbangkan langkah hukum terhadap Ketua Umum APBMI Juswandi Kristanto.

Namun setelah dilakukan mediasi oleh Dirjen Hubla, kedua pihak akhirnya sepakat menyelesaikan persoalan secara damai dan menghindari konflik berkepanjangan yang berpotensi mengganggu aktivitas pelabuhan.

Komitmen Sinergi

Kepada media, Jusuf Rizal menyampaikan bahwa pertemuan tersebut menghasilkan solusi yang konstruktif bagi semua pihak.

Menurutnya, baik APBMI maupun Koperasi TKBM Pelabuhan telah berkomitmen menjalankan kesepakatan yang telah dicapai secara profesional tanpa diskriminasi.

“Kami berpikir positif. Tidak mungkin APBMI ingkar janji atau tidak patuh pada komitmen yang telah disepakati bersama. Koperasi TKBM siap bersinergi menjalankan keputusan ini,” ujar Jusuf Rizal.

Ia menilai konflik yang berkepanjangan hanya akan menguras energi dan tidak produktif bagi dunia usaha maupun pekerja pelabuhan.

Jaga Stabilitas Ekonomi Pelabuhan

Jusuf Rizal menambahkan bahwa arahan dari Dirjen Perhubungan Laut selaras dengan kebijakan Menteri Perhubungan, yaitu menyelesaikan masalah secara damai agar tidak mengganggu kelancaran arus logistik dan ekonomi di pelabuhan.

Namun ia juga mengingatkan bahwa jika kesepakatan tersebut dilanggar, maka para pekerja siap mengambil langkah hukum dan aksi lanjutan.

“Kalau ada pihak yang ingin mengambil peran Koperasi TKBM Pelabuhan yang menaungi pekerja dan buruh, tentu kami akan melawan. Namun kami berharap semua pihak menjaga komitmen yang sudah dibuat,” tegasnya.

Jusuf Rizal menilai, dengan adanya kesepakatan ini diharapkan APBMI dapat fokus pada perannya sebagai wadah perusahaan bongkar muat (PBM), sementara Koperasi TKBM Pelabuhan fokus menyiapkan tenaga kerja yang profesional dan bersertifikat.

Dirjen Hubla Mediasi Konflik APBMI vs Koperasi TKBM Pelabuhan, Kedua Pihak Sepakat Berdamai

Silaturahmi Ramadan: DVS dan BEA Jawa Barat

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *