MY Sutrisna Angkat Bicara Soal Insiden Bupati-Wabup Lebak di Halal Bihalal, Ingatkan Fokus Layani Masyarakat
Lebak, WartaGriya.Com – Ketua Majelis Pimpinan Cabang (MPC) Pemuda Pancasila Kabupaten Lebak, MY Sutrisna, akhirnya angkat bicara terkait insiden yang melibatkan Bupati dan Wakil Bupati Lebak dalam acara halal bihalal yang digelar di Aula Pendopo Pemerintah Daerah (Pemda) Lebak.
Menanggapi ramainya opini publik yang berkembang, Sutrisna mengimbau seluruh kader Pemuda Pancasila dan masyarakat agar tetap tenang serta menyikapi persoalan secara objektif, faktual, dan realistis.
“Saya mengingatkan kepada seluruh kader Pemuda Pancasila Kabupaten Lebak dan masyarakat luas agar tidak terpancing emosi. Kita harus tetap tenang, melihat persoalan ini secara jernih dan berdasarkan fakta,” ujar Sutrisna dalam keterangannya.
Ia menjelaskan, sebagai pimpinan organisasi dengan lebih dari 13.000 kader yang tersebar di seluruh wilayah Kabupaten Lebak, dirinya kerap menggunakan gaya komunikasi yang tegas, lugas, bahkan terkadang terdengar keras. Namun, hal tersebut semata-mata bertujuan untuk membangun ketegasan dan kedisiplinan dalam organisasi, bukan untuk menyinggung pihak tertentu.
“Ketegasan dalam berkomunikasi itu penting, namun tetap harus menjunjung tinggi etika. Itu yang selalu saya tekankan kepada seluruh kader,” jelasnya.
Lebih lanjut, Sutrisna menekankan pentingnya sinergi antara Bupati dan Wakil Bupati dalam menjalankan roda pemerintahan. Menurutnya, kedua pimpinan daerah harus bekerja secara kolektif dan kolegial sesuai dengan amanat undang-undang.
“Bagaimana masyarakat bisa merasa aman dan tenteram jika para pemimpinnya justru disibukkan dengan hal-hal yang bersifat pribadi. Seharusnya fokus utama adalah pelayanan kepada masyarakat,” tegasnya.
Ia juga mengingatkan bahwa tugas dan kewenangan kepala daerah telah diatur secara jelas dalam Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah, sebagaimana telah diperbarui melalui Undang-Undang Nomor 9 Tahun 2015.
Dalam regulasi tersebut, lanjut Sutrisna, Bupati memiliki tanggung jawab untuk menjaga ketenteraman dan ketertiban masyarakat, sementara Wakil Bupati berperan membantu dalam pelaksanaan tugas tersebut.
Meski demikian, Sutrisna mengaku memahami secara manusiawi perasaan Wakil Bupati dalam konteks pribadi. Namun, ia meyakini bahwa sosok Wakil Bupati Lebak merupakan figur politik yang matang dan mampu bersikap bijak.
“Saya yakin beliau adalah politikus yang cukup handal, dewasa, dan mampu memahami dinamika yang terjadi, apalagi acara tersebut berlangsung di lingkungan resmi pemerintahan,” tutupnya.
English 
















































































