#Food

Bersama Dirjen Penataan Agraria, Agro Eduwisata Al Markaz Jadi Contoh Pemanfaatan Lahan Produktif Dukung Ketahanan Pangan

SERANG, WartaGriya.Com – Pondok Pesantren Al Markaz di Sambilawang, Kecamatan Waringinkurung, Kabupaten Serang, Banten, terus mengembangkan konsep agro eduwisata sebagai ekosistem pertanian modern berbasis edukasi dan pemberdayaan masyarakat. Kawasan yang diresmikan pada 2023 ini menjadi contoh pemanfaatan lahan produktif skala kecil yang mampu mendukung ketahanan pangan sekaligus menjadi destinasi wisata edukatif.

Kepala Kantor Wilayah Badan Pertanahan Nasional (BPN) Provinsi Banten, Harison Mocodompis, menerima kunjungan Direktur Jenderal Penataan Agraria, Embun Sari, bersama Staf Khusus Bidang Reforma Agraria Rezka Oktoberia dan Direktur Pemberdayaan Tanah Masyarakat Freddy A. Kolintama, Rabu (4/2/2026). Kunjungan tersebut dilakukan untuk meninjau langsung kawasan agro eduwisata serta menggali potensi pertanian rakyat sebagai garda terdepan dalam mendukung swasembada pangan.

Dalam kesempatan tersebut, Dirjen Penataan Agraria Embun Sari menyampaikan apresiasi atas inovasi yang dikembangkan Pondok Pesantren Al Markaz. Ia menegaskan bahwa reforma agraria tidak berhenti pada pemberian sertifikat tanah semata.

“Reforma agraria bukan hanya soal kepastian hak atas tanah, tetapi apa yang dilakukan setelah tanah itu dimiliki. Jika tanah dibiarkan tidak produktif, tujuan redistribusi bisa gagal,” ujarnya.

Embun menjelaskan, sejak 2006 reforma agraria dirancang melalui pendekatan asset reform dan access reform, yakni pemberian tanah yang diikuti dengan upaya pemberdayaan. Menurutnya, model agro eduwisata Al Markaz menunjukkan bagaimana lahan dapat dikelola secara optimal hingga memiliki nilai tambah ekonomi.

Ia juga menekankan pentingnya figur penggerak dalam pemberdayaan masyarakat. “Program tidak akan berjalan optimal tanpa sosok yang menggerakkan. Peran kiai dan pengelola pesantren seperti di Al Markaz ini sangat penting dan perlu diperbanyak,” tambahnya.

Sementara itu, Staf Khusus Bidang Reforma Agraria Rezka Oktoberia menilai agro eduwisata Al Markaz sebagai praktik pemberdayaan lahan yang inspiratif. Menurutnya, kawasan ini membuktikan bahwa lahan terbatas dapat dikelola secara produktif dan berkelanjutan.

“Ini bukan sekadar kunjungan ke pondok pesantren, tetapi melihat langsung agro eduwisata yang luar biasa. Dari lahan sekitar 1,5 hektare, mampu menghasilkan produk pertanian yang bermanfaat bagi kesehatan sekaligus meningkatkan perekonomian,” ungkap Rezka.

Kawasan agro eduwisata ini memiliki 14 green house, dengan tiga di antaranya telah menerapkan sistem Internet of Things (IoT). Beragam komoditas dibudidayakan, mulai dari anggur, melon, hingga sayur-sayuran. Selain pertanian, kawasan ini juga dilengkapi arena outbound dan flying fox, sehingga pengunjung tidak hanya mendapatkan ilmu pertanian, tetapi juga pembelajaran karakter.

Sebanyak 95 persen aktivitas agro eduwisata melibatkan para santri. Selain menjadi bagian dari kurikulum pembelajaran, kegiatan ini juga menjadi wadah penyaluran minat dan bakat santri di bidang pertanian. Hal ini dinilai penting sebagai bekal keterampilan santri agar mampu bersaing di masyarakat setelah menyelesaikan pendidikan di pesantren.

Pimpinan Pondok Pesantren Al Markaz, Ustadz Amirul Faruk, menyampaikan bahwa bertani bukan sekadar profesi, melainkan filosofi hidup. “Mau jadi presiden, menteri, pejabat, atau apa pun, harus bisa bertani. Dari pertanian kita belajar tanggung jawab, kesabaran, dan ketahanan,” tuturnya.

Melalui kunjungan ini, diharapkan model agro eduwisata Pondok Pesantren Al Markaz dapat menjadi inspirasi pengelolaan lahan produktif di wilayah lain, sekaligus memperkuat peran reforma agraria dalam mendukung ketahanan pangan nasional.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Kantor Pertanahan Kabupaten Serang Elfidian Iskariza, Kepala Kantor Pertanahan Kota Serang Taufik Rokhman, para Kepala Seksi Penataan dan Pemberdayaan, Kepala Seksi Survei dan Pengukuran, serta jajaran terkait lainnya.

Bersama Dirjen Penataan Agraria, Agro Eduwisata Al Markaz Jadi Contoh Pemanfaatan Lahan Produktif Dukung Ketahanan Pangan

Asosiasi dan Industri TIK Sambut Baik Pelantikan

Bersama Dirjen Penataan Agraria, Agro Eduwisata Al Markaz Jadi Contoh Pemanfaatan Lahan Produktif Dukung Ketahanan Pangan

Kelola Dana Rp860 Triliun, Forum Jamsos Minta

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *