Asosiasi dan Industri TIK Sambut Baik Pelantikan Pejabat Strategis Kementerian Ekraf, Siap Perkuat Sinergi Kolaboratif
JAKARTA, WartaGriya.Com – Asosiasi dan pelaku industri Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) menyambut positif pelantikan pejabat strategis di lingkungan Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif (Kemenekraf/Bekraf) sebagai langkah penting dalam memperkuat tata kelola kelembagaan sekaligus mempercepat pengembangan ekosistem ekonomi kreatif nasional.
Menteri Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Menekraf/Kabekraf) Teuku Riefky Harsya secara resmi melantik dua Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama (Eselon II), yakni Kiagoos Irvan Faisal sebagai Kepala Biro Komunikasi pada Sekretariat Kementerian/Sekretariat Utama dan Tri Wahyudi sebagai Direktur Aplikasi pada Kedeputian Bidang Kreativitas Digital dan Teknologi.
Pelantikan berlangsung di Kantor Kementerian Ekraf, Jakarta, Kamis (29/1/2026), dan dipimpin langsung oleh Menteri Ekraf Teuku Riefky Harsya, disaksikan para saksi serta rohaniawan.
Dalam sambutannya, Teuku Riefky menegaskan bahwa kedua pejabat yang dilantik merupakan figur terbaik yang dipercaya untuk mengemban amanah strategis dalam memperkuat peran Kemenekraf membangun ekosistem ekonomi kreatif yang berdaya saing global.
“Pelantikan ini menandai dimulainya tanggung jawab besar. Kepala Biro Komunikasi memegang peran sentral dalam membangun narasi kebijakan yang jelas, kredibel, dan dipercaya publik. Sementara Direktur Aplikasi menjadi kunci dalam mendorong pemanfaatan teknologi digital untuk mempercepat transformasi ekonomi kreatif,” ujar Teuku Riefky.
Ia juga menekankan bahwa sumpah jabatan mengandung tanggung jawab moral dan konstitusional, termasuk kewajiban memelihara dan mengamalkan nilai-nilai Pancasila serta Undang-Undang Dasar 1945. Para pejabat diminta menjadi teladan, membangun budaya kerja profesional, transparan, dan inovatif, serta mampu mengoptimalkan potensi tim kerja agar seluruh agenda kementerian berjalan efektif dan berdampak nyata bagi masyarakat.
Menutup arahannya, Menteri Ekraf mengajak seluruh jajaran Kemenekraf/Bekraf untuk bekerja secara kolaboratif dalam menjalankan mandat Presiden Prabowo Subianto guna mendorong kemandirian bangsa dan penciptaan lapangan kerja berkualitas melalui pengembangan industri kreatif.
“Bekerjalah dari hati dengan penuh dedikasi dan integritas. Bersama Indonesia Maju, kita wujudkan Indonesia Emas 2045,” tegasnya.
Pelantikan tersebut turut dihadiri Sekretaris Kementerian/Sekretaris Utama Dessy Ruhati, Deputi Bidang Kreativitas Digital dan Teknologi Muhammad Neil El Himam, Deputi Bidang Kreativitas Media Agustini Rahayu, Staf Ahli Menteri Bidang Riset, Pendidikan, dan Hubungan Kelembagaan Dian Permanasari, Staf Ahli Menteri Bidang Pendanaan dan Pembiayaan Restog Krisna Kusuma, Kepala Biro Hukum, SDM, dan Organisasi Mochammad Nurul Huda, serta jajaran pimpinan tinggi pratama lainnya.
Menanggapi pelantikan tersebut, Ketua Umum Asosiasi Pengusaha TIK Nasional (APTIKNAS) yang juga menjabat Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Komputer Indonesia (APKOMINDO), Sekretaris Jenderal Perkumpulan Advokat Teknologi Informasi Indonesia (PERATIN), serta Ketua Dewan Pengawas Asosiasi Game dan Konten Digital Indonesia (AGKDI), Ir. Soegiharto Santoso, S.H. (Hoky), menyampaikan apresiasi dan ucapan selamat.
“Atas nama seluruh anggota APTIKNAS, APKOMINDO, PERATIN, serta AGKDI, kami mengucapkan selamat atas pelantikan Bapak Kiagoos Irvan Faisal dan Bapak Tri Wahyudi. Kami meyakini langkah ini akan semakin memperkuat peran Kementerian Ekonomi Kreatif dalam membangun ekosistem ekonomi kreatif nasional yang modern, inklusif, dan berkelanjutan,” ujar Hoky.
Ia menegaskan komitmen asosiasi untuk meningkatkan intensitas kolaborasi dengan Kementerian Ekonomi Kreatif mulai tahun 2026. Kerja sama tersebut mencakup pengembangan aplikasi, penguatan talenta digital, standardisasi profesi, hingga akselerasi adopsi teknologi bagi pelaku ekonomi kreatif.
“Tahun 2025 telah menjadi fondasi awal. Ke depan, kami berkomitmen meningkatkan kedalaman dan kualitas kerja sama pada 2026 dan seterusnya,” tegasnya.
Lebih lanjut, Hoky menyoroti pentingnya pendekatan kolaboratif yang lebih luas melalui model Hexa-Helix yang diusung Kementerian Ekraf, melibatkan pemerintah, asosiasi, pelaku usaha, akademisi, komunitas, serta lembaga keuangan dan investor.
“Sinergi Hexa-Helix menjadi kunci untuk menciptakan dampak nyata dan berkelanjutan bagi pertumbuhan ekonomi kreatif nasional,” jelasnya.
Ia juga menilai hubungan personal dan profesional yang telah terbangun sebelumnya akan memperlancar sinergi ke depan.
“Di Kementerian Ekraf saat ini banyak rekan lama dari Kementerian Kominfo yang kini menjadi KOMDIGI, salah satunya Deputi Bidang Kreativitas Digital dan Teknologi Bapak Muhammad Neil El Himam, dengan siapa kami memiliki sejarah kerja sama yang baik. Kami juga sangat mengenal Bapak Tri Wahyudi sejak bertugas di BSSN RI sebagai mitra diskusi dan kolaborasi yang produktif. Kami optimistis kerja sama positif ini akan terus berkembang demi kemajuan ekonomi kreatif Indonesia,” pungkas Hoky.
English 













































































